Wisata di Lembang akan Diintegrasikan dengan Kota Bandung

WISATA: The Lodge menjadi salah satu objek wisata di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang akan menjadi paket kampung wisata terintegrasi. DOK PASUNDAN EKSPRES
WISATA: The Lodge menjadi salah satu objek wisata di kawasan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang akan menjadi paket kampung wisata terintegrasi. DOK PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengintegrasikan konsep wisata yang ada di Lembang dengan Disparbud Kota Bandung.

Kepala Disparbud KBB Heri Partomo mengatakan, kerja sama yang dilakukan merupakan bentuk respons dengan apa yang menjadi kebijakan pimpinan. Sebab antara Pemda KBB dan Pemkot Bandung telah melakukan kerja sama di bidang kepariwisataan.

“Kerja samanya nanti berupa kampung wisata yang dikemas dalam paket perjalanan wisata. Kami di KBB, menawarkan semua destinasi wisata yang ada khususnya di wilayah Lembang,” tuturnya, Rabu (6/7).

Pihaknya pun berencana untuk membuat akses untuk paket tour wisata Kota Bandung – KBB melalui jalan lingkar utara Punclut. Yakni dengan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang menarik di KBB, utamanya di Lembang yang secara teritorial berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

Adanya kerja sama antara KBB dan Kota Bandung ini sekaligus bisa saling membantu mempromosikan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Seperti di Kota Bandung lebih banyak variasi wisata kuliner, fashion, dan ekraf, sementara di KBB lebih kepada wisata alam dan hutan.

Nantinya para wisatawan yang menginap di Kota Bandung kemudian dapat melanjutkan wisata ke sejumlah objek wisata di KBB dengan kendaraan yang disiapkan.

“Jika konsep kerja sama ini berkembang, ke depan juga akan ditawarkan sejumlah destinasi wisata lainnya, sehingga bisa lebih beragam,” kata dia.

Heri menambahkan, untuk wilayah selatan sejauh ini memang belum dimasukan dalam opsi kerja sama ini karena infrastruktur tempat wisata di sana masih terbatas. Sehingga masih mempersiapkan lebih dulu sarana prasarana pendukungnya dan membranding tempat wisatanya.

“Kalau wisata di selatan itu lebih kepada untuk wisatawan minat khusus dan itu kalangan tertentu, karena lebih banyak adventure di alam,” tuturnya.(eko/sep)