Sumur dan Sungai Pun Mengering, Kiriman Air Bersih Belum Memadai

ANTRE: Masyarakat Desa Kadawung dan Salamjaya rela mengantre air bersih dari BPBD Kabupaten Subang, guna memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Warga Desa Kadawung dan Desa Salamjaya Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang, menyerbu truk tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Warga berbondong-bondong sambil membawa tempat penampungan air, seperti jeriken dan ember. Mereka rela mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Subang.

Sejak beberapa pekan terakhir, warga terpaksa harus rela mengantri agar mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Hal ini mereka lakukan karena sumber mata air utama seperti sumur, kering kerontang akibat kemarau. Bagi yang mampu, mereka membeli air isi ulang untuk kebutuhan minum dan keperluan sehari-hari.

Camat Pabuaran Dikdik Solihin mengatakan, untuk sementara ada sebanyak 420 KK di Kecamatan Pabuaran yang terdampak dari kekeringan tersebut. Ratusan KK tersebut merupakan jumlah dari masing-masing Desa yang terdampak, yaitu Desa Kadawung sebanyak 150 KK dan Desa Salamjaya sebanyak 270 KK.

“Kami terus berupaya agar setiap keluarga di dua desa yang mengalamai kekeringan itu bisa mendapat suplai air bersih yang di salurkan oleh BPBD Kabupaten Subang, meski tidak setiap hari,” jelas Didik Solihin pada Pasundan Ekspres.
Menurutnya, selain dari BPBD, Polres Subang juga ikut serta menyuplai air pada beberapa waktu yang lalu. Sekitar 5.000 liter air bersih dibawa oleh masing-masing kendaraan yang berjumlah 2 hingga 3 unit di masing-masing desa untuk mendistribusikan air pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Kadawung Rosman Suganda mengatakan, desanya sudah dilanda kekeringan sejak dua bulan lalu. Namun pada beberapa pekan terakhir ini, merupakan puncak dari kekeringan. “Sudah sejak dua bulan lalu, tapi sebelumnya masih ada beberapa sumur warga yang sedikit ada airnya. Tetapi sekarang nyaris betul-betul kering. Baik sumur, sungai, sudah tidak airnya. Masyarakat terpaksa harus membeli galon isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari, atau menunggu tengki bantuan tiba,” jelasnya.

BACA JUGA:  Camat: Pasokan Air Harus Merata