Pedagang Tolak Revitalisasi Pasar Purwadadi

PROTES: Ratusan pedagang melakukan unjuk rasa untuk menolak revitalisasi Pasar Purwadadi, Rabu (26/12) di depan kantor Pemkab dan DPRD Subang. YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Harga Terlalu Tinggi, Bupati Ancam Kaji Ulang MoU

SUBANG-Ratusan pedagang menyatakan menolak rencana revitalisasi Pasar Purwadadi. Mereka meminta Bupati Subang membatalkan kerjasama (MoU) antara pemkab dengan PT Bangun Bina Persada selaku pengembang pasar.
Sikap ratusan pedagang disampaikan dalam aksi yang digelar di Pemkab dan DPRD Subang, Rabu (26/11).

Koordinator aksi, Uus mengatakan, para pedagang mendesak DPRD mengambil langkah interpelasi kepada dinas terkait atas rencana revitalisasi pasar tersebut.

“Kami meminta dan mendesak Wakil Bupati Subang untuk melakukan pengawasan kepada dinas terkait atas kebijakan rencana revitalisasi Pasar Purwadadi,” ungkapnya.

Dengan adanya revitalisasi ini, para pedagang yang telah lama berjualan, merasa khawatir keputusan tersebut berakibat buruk pada penjualan mereka.

“Kalau saya takut, kalau dirubah pasarnya jadi kurang pembeli,” ungkap salah seorang pedagang.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Subang mengaku kaget mendengar ada keluhan dari pedagang Pasar Purwadadi tersebut. Apalagi selama ini Komisi II tidak pernah diajak bicara untuk bahas mengenai revitalisasi.

“Kami di Komisi II baru tahu mau ada revitalisasi. Tau-tau sekarang ada pedagang yang demo. Kita tidak pernah diajak bicara membahas revitalisasi oleh eksekutif,” ungkap anggota Komisi II DPRD Subang, Lutfi Isror.

Lutfi mengatakan, akan segera memanggil dinas terkait untuk meminta kejelasan mengenai revitalisasi pasar. Tak hanya itu, Komisi II DPRD pun akan segera melakukan sidak ke pasar untuk menindaklanjuti aspirasi para pedagang.

“Solusinya bagaimana kita perlu penjelasan dari dinas terkait kami akan panggil segera,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, pedagang Pasar Purwadadi harus diuntungkan dengan adanya revitalisasi.
“Jangan sampai pedagang dirugikan kalau mau direvitalisasi pasar Purwadadi itu,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Subang, Fadil Fadillah mendesak pihak terkait melakukan advokasi terhadap kebijakan revitalisasi pasar Purwadadi. Apalagi harga yang diterapkan PT Bangun Bina Persada selaku pengembang terlalu tinggi.

BACA JUGA:  Pemkab Purwakarta Launching "Ceu Ati" Lindungi Konsumen

“Informasinya per meter dihargai Rp16 juta. Kalo kios dengan ukuran 2×3 meter saja sudah berapa, makanya pedagang sangat keberatan. Pedagang punya uang dari mana uang segitu,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Subang, Ruhimat mengatakan, akan mengkaji terlebih dahulu pengaduan para pedagang serta melakukan survei ke lapangan. Jika revitaliasi tersebut tidak pro atau memberatkan pedagang, maka ia tak segan-segan untuk meninjau ulang kerjasama tersebut.

“Saya janji semua pedagang kecil adalah masyarakat Subang. Keluh kesah harus menjadi aspirasi, maka dari itu kita akan lakukan pengamatan, kajian dan survei. Jika memang benar revitaliasi dilakukan pihak ketiga memberatkan pedagang, maka akan kami minta ditinjau ulang,” jelasnya.

Sementara itu Kepala DKUPP Subang, Rahmat Faturahman menegaskan, kebijakan revitalisasi Pasar Purwadadi sudah dilakukan sejak dua tahun lalu.

“Sebelumnya, pemkab mempunyai agenda revitaliasi Pasar Purwadadi sejak 2 tahun lalu. Dari 5 perusahaan yang ikut tender revitaliasi, akhirnya dimenangkan oleh PT Bina Bangun Persada,” tandasnya.(ygo/ysp/din)