RUU Pesantren Kado Istimewa untuk Santri

RIBUAN SANTRI: Konvoy Hari Santri Nasional (HSN), Selasa (22/10) diikuti ribuan santri Kabupaten Subang menyusuri jalan protokol hingga lapang alun-alun. Ditutup dengan upacara dan penyerahan hadiah pesantren yang mengikuti beragam perlombaan HSN. DADAN RAMDANI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Hingga kini peminat pendidikan pesantren terus berkembang. Kementerian Agama Subang (Kemenag) mencatat, terdapat 513 pondok pesantren ada di Subang dengan jumlah 15.000 santri. Pesantren tersebut menyebar di seluruh kecamatan.

Secara umum menurut Kasi Pontren Kemenag Subang Sopiandi pondok pesantren terbagi dua tipe yaitu pondok pesantren salaf (hanya pesantren saja) dan pondok pesantren kholaf (kombinasi pesantren dengan pendidikan formal). Kelebihan pendidikan di pesantren yaitu pendidikan Islam yang lebih mendalam. “Meningkatkan kualitas beribadah, bisa memperkuat keteguhan Islam dan kecerdasan moral serta akhlaknya. Lebih memperkuat karakter,” tuturnya.

Kepala Kemenag Subang Drs H Abdulrohim MSi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan dan pemutihan pondok pesantren. Untuk memastikan pesantren yang benar-benar beroperasi. “Kita juga saat ini sedang melakuan pemutihan bagi ponpes-ponpes yang ada di Subang,” ujarnya

Ia mengajak masyarakakt Subang untuk mondok di pesantren. Sebab anak didik akan mendapat pengenalan karakter dan pendidikan agama. “Ayo mondok, banyak kelebihan yang bisa didapatkan,” tuturnya.

Pawai Santri

Ratusan pesantren di Kabupaten Subang ikut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018, Senin (22/10). Ribuan santri pawai memadati jalur protokol Kota Subang.

Kegiatan pembukaan berlokasi di lapangan upacara Kemenag Subang sekaligus mengukuhkan Forum Pondok Pesantren dengan Ketua KH. Maman Jamaludin Pimpinan Ponpes Pagelaran I Cimeuhmal, Tanjungsiang. Kemudian dilanjutkan dengan pawai dari Kemenag menuju alun-alun Subang.

Plt. Bupati Subang Ating Rusnatim mengucapka terimakasih kepada panitia dan Kemenag yang telah menyelenggarakan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018.

“Kita patut berbangga sejumlah santri Subang mendapat medali dalam ajang Porsadin tingkat Jabar. Ini membuktikan bahwa santri Subang berpotensi dan berprestasi,” ujarnya.

Tahun inipun Pwmkab Subang, akan memberangkatkan santri ke Jambi dalam rangka perkemahan Santri Nasional dari Ponpes At-Tawazun,”semoga mendapat prestasi yang membanggakan di tingkat nasional,” imbuhnya.

Pembacaan Resolusi Jihad oleh Rois PC NU Jihad Drs. H. Agus Salim yang diikrarkan pada tanggal 22 Oktober 1945 oleh Mbah Hasyim Asyari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat itu.

Resolusi Jihad dilatarbelakangi oleh datangnya kembali para penjajah ke Bumi Pertiwi, sehingga diperlukan sebuah gerakan perlawanan kepada penjajah pasca proklamasi yang ingin kembali menguasai bumi Indonesia. Yang kemudian mewajibkan kalangan santri dan pesantren untuk berperang, mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Kepala Kamenag Subang H. Abdurohim menyampaikan bahwa peringatan HSN membuktikan pengakuan pemerintah atas andilnya kalangan pesantren dan santri di Indonesia.

Ketua PC NU Subang KH Satibi menyampaikan adanya RUU Pesantren menguatkan peranan pesantren dan santri di Indonesia. Inipun bisa disebut kado buat santri pada HSN tahun ini.

“Pendidikan di pesantren tidak lagi non formal tetapi menjadi pendidikan formal dalam rangka mencetak kader dan karakter bangsa,” tuturnya.

Ketua panitia pelaksana HSN Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata SE menyampaikan, rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional dimulai sejak awal Oktober lalu, yaitu lounching NU Mart, Lomba Baca Kitab Kuning, Lomba Hafalan Kitab Jurumiyah, Imrithi dan Al Fiyah, Pidato Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, Futsal antar Pesantren, Pasanggiri Pencak Silat, Senam Santri Massal, Tabligh Akbar, Santunan Anak Yatim dan Gebyar Muhadhoroh dan santunan anak yatim di Kecamatan Purwadadi.

Selain tausiyah oleh KH. Mujib Hudhori juga diumumkan hasil perlombaan dalam rangka HSN 2018, dengan juara umum Ponpes Al-Mumtaz, Tanjungsiang.(ygo/dan/man)