Santri Juga Harus Sehat dan Hidup Bersih

VERRY KUSWANDI/PASUNDAN EKSPRES TANYA JAWAB: Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dr Ahmad Nasuhi menerima pertanyaan dari masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting sejak dini, yang didampingi Tokoh masyarakat Subang Selatan Ahmad Buhori,” Senin (12/11).

Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menggencarkan Gebyar Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) untuk menuju Indonesia Sehat. Setelah gebyar di Kecamatan Kasomalang, Workshop Kesehatan di Cibinong dan Darmaga, giliran guru Diniyah dan Takmiliyah diberikan pemahaman Germas. Diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Yayasan Raudhatul Ulum, Cijere, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang.

LAPORAN: VERRY KUSWANDI, Kasomalang

Camat Kasomalang Agus Hendra mengaku bersyukur ada kegiatan Germas di daerahnya, terlebih di pesantren. Pihaknya merasa terbantu untuk mewujudkan Indonesia Sehat melalui program Germas yang sedang digencarkan, yang diharapkan bisa diterapkan sejak dini. “Ini sangat penting terutama untuk membiasakan masyarakat untuk selalu melaksanakan PHBS sejak dini,” tandasnya.

Hal tersebut disambut baik ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Koordinasi Diniyah dan Takmiliyah (FKDT), Ustadz Atep Abdul Gopar. Menurutnya, untuk membina generasi muda yang handal dibutuhkan mental dan fisik yang kuat demi mewujudkan Indonesia Sehat. Secara mental, para santri dididik untuk memiliki mental yang agamis untuk kemajuan bangsa. Begitupun fisik, dengan kesehatan yang harus dimiliki generasi muda.

Kegiatan ini bisa mewujudkan keseimbangan mental dan fisik generasi mudan untuk mewujudkan Indonesia Sehat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman organisasi masyarakat untuk mengkampanyekan Germas kepada masyarakat. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dr H Ahmad Nasuhi memberikan pemaparan mengenai pentingan mencegah stunting sejak dini.

Atep menilai, jika diterapkan sejak dini di tingkat Diniyah dan Takmiliyah, akan terbentuk generasi muda yang memiliki mental dan fisik yang sempurna untuk memimpin Indonesia di masa yang akan datang. Meski demikian, Atep pun meminta tidak hanya pemahaman berupa workshop namun sarana dan prasarana bisa lebih dilengkapi di setiap pesantren atau Diniyah dan Takmiliyah. “Seperti contoh ada sarana cuci tangan, toilet yang representatif dan yang lainnya, untuk mendukung Indonesia Sehat,” tandasnya.

Mengenai Germas, Kasie Promkes Dinas Kesehatan Dede Badriyah SKM MM menjelaskan, program Germas merupakan program pemerintah yang harus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Gebyar Germas di Kabupaten Subang akan diselenggarakan di delapan titik, pegunungan, tengah dan pantura. “Kegiatan yang dilaksanakan semuanya mengacu kepada gerakan hidup sehat,” katanya.

Sementara itu, ketua panitia Deni Oddo mengatakan, pihaknya menggandeng beberapa ormas dalam kegiatan Germas di Kasomalang. Antara lain, Pepeling, TMA, Brisiks dan pengurus PKH. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut, terutama tokoh masyarakat Subang Selatan Ahmad Buhori yang selalu senantiasa mengawal dana membimbing kami dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Tokoh masyarakat Subang Selatan Ahmad Buhori mengajak masyarakat untuk melaksanakan PHBS guna menyukseskan program Germas. “Ini bukan hanya mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Sehat dan Kuat melalui program Germas yang sedang digencarkan, tetapi untuk menjaga kesehatan kita semua. Ini sangat penting terutama untuk membiasakan masyarakat untuk selalu melaksanakan PHBS,” tandasnya.(*/man/adv)