Semangat Juang Caleg Muda

PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA

SEMENJAK Komisi Pemilihan Umum menetapkan dimulainya masa kampanye tanggal 23 September 2018 sebagai proses dari rangkaian Pemilihan Umum Calon Anggota Legislatif 2019, maka para caleg-caleg muda, beserta saudara, sahabat dan pengurus partainya mulai turun kelapangan. Mereka melakukan silahturahmi dan sosialisasi kepada masyarakat dan memperkenalkan diri sebagai salah satu calon anggota legislatif untuk masa bakti tahun 2019-2024.

Saat bertemu masyarakat, beragam aspirasi yang didapatkan atas situasi dan kondisi yang telah terbentuk pada masyarakat bertahun-tahun membuka mata lebar-lebar para caleg-caleg muda itu. Lemahnya fungsi pengawasan sampai ke tingkat desa dan dusun, masih ditemukan masyarakat kurang mampu yang belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat, masih ada sawah-sawah yang memerlukan pembenahan sistem pengairan untuk mengalirkan air ke sawah-sawah mereka dan berbagai persoalan masyarakat lainnya.

Ironis lagi ketika banyak curhatan ketidak hadiran para anggota dewan yang pada 4 (empat) tahun lalu hadir didesa dan dusunnya berkampanye meminta dukungan dengan menyampaikan visi dan misinya dengan tujuan ketika sampai di bilik suara merekalah yang dipilih.

Hal ini membuat munculnya istilah-istilah menarik dan lucu dari masyarakat, salah satunya adalah Kacang Lupa Kulitnya, lalu ada juga yang membandingkan dengan Pil KB, kalau Pil KB, lupa diminum, pasti jadi!, sedangkan kalau Pileg, sudah jadi dewan, pasti lupa!.

Situasi dan kondisi yang membentuk bertahun-tahun ini membuat usaha tulus ikhlas masyarakat membantu dan mendukung, bahkan mengajak saudara dan kawannya untuk memilih para calon anggota legislatif sudah sulit kita temukan lagi. Kecuali 2 (dua) hal, pertama, calon itu adalah saudaranya atau teman dekatnya. Lalu yang kedua masyarakat yang pragmatis berorientasi kepada apa yang diperoleh secara instan dari para calon sehingga mendorong mereka untuk memilih mana yang memberikan lebih besar.

Jika kita menyoroti pemberian-pemberian instan tersebut, maka tanpa disadari tidak hanya dapat membentuk watak negatif masyarakat yang membuat pemilu menjadi tidak sehat karena terbukanya pintu politik uang saja. Namun juga membentuk watak negatif para anggota dewan-nya sehingga terjadilah praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang sampai saat ini masih menjadi penyakit menular para anggota dewan kita saat ini.

Menjadi tidak heran kalau konon banyak anggota dewan yang tidak datang kembali kepada konstituen-nya ketika masa reses tiba, mereka bisa merasa sudah memberikan banyak kepada masyarakat ketika kampanye.

Jjikapun ada yang kembali kemungkinan besar selalu ‘ikan’ yang disodorkan-nya, bukan ‘kail’ atau ‘pancingannya’ sehingga proses kemandirian perekonomian masyarakat menjadi lambat. Masyarakat semakin memiliki ketergantungan hebat kepada anggota dewan, pejabat pemerintahan, pengusaha, orang-orang kaya dan lain-lain.

Jika masyarakat memang membenci perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme, siklus beracun itu harus ada yang netralisir, bukan malah terus dibudayakan hingga ke anak cucu kita. Harus ada yang mengalirkan unsur-unsur positif, penawar racun korupsi, kolusi dan nepotisme, untuk menjadi politik bersih dan sehat didalamnya, ini menjadi tantangan para caleg-caleg muda itu.

Semangat Juang dan kekuatan kreativitas-nya para caleg muda diharapkan menjadi angina segar dan bisa diharapkan oleh masyarakat, idealisme terbuka dan progresif yang diusung-nya akan memberikan perubahan bagi masyarakat untuk memperbaiki iklim politik bangsa ini menjadi lebih baik lagi, politik bersih dan sehat.

Partai asal para caleg muda ini sudah memberikan modal kepercayaan untuk masyarakat ketika menjadi satu-satunya partai yang mengajukan uji materiil UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan berhasil ! UU MD3 tersebut dibatalkan oleh MK. Lalu partai juga sudah membuktikan dengan tidak hanya memberikan janji dan slogan kosong dalam memerangi korupsi, terbukti menjadi satu-satunya partai yang caleg-nya bersih dari napi korupsi.

Semoga itikad baik ini dan semangat bersama membangun bangsa yang mengalir di darah para anak-anak muda bangsa ini membawa kita semua menuju tatanan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera serta siap menghadapi revolusi industri 4.0 untuk bersaing dengan Negara maju sekalipun.

Terbuka, Progresif itu Kita!
Bersatu Kita Kuat, Bersama Kita Hebat!

Prana Rifsana
Caleg PSI DPRD Provinsi Jabar Dapil SMS