Setelah 28 Tahun Ngojeg, Akhirnya Charlim Punya SIM

KENANGAN BERHARGA: Pembagian SIM dari Marurar Sirait menjadi kenang-kenangan berharga bagi 200 tukang ojek di wilayah Pantura, Subang. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Maruar Sirait kembali sambangi konstituenya dalam rangka reses. Bang Ara sapan akrabnya, kali ini mengunjungi beberapa wilayah di Kabupaten Subang didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa barat Dr Abdy Yuhana SH MH di RM Taman Sari Pamanukan, Kamis (27/12).

Bang Ara bertemu dengan Komunitas Tukang Ojeg Pantura dengan memberikan 200 SIM bagi tukang ojeg di wilayah pantura. Hal itu diberikan berdasarkan janji ketika November lalu Ara melaksanakan reses di Desa Curugreja yang akan memfasilitasi tukang ojeg untuk memiliki SIM.

“Wakil rakyat inikan dengen keluhan rakyat. Dua bulan lalu datang ke sini dan mereka mengeluhkan sering ditangkap polisi karena engga punya SIM,” ucap Ara pada media.

Untuk itu kata Ara, solusinya adalah membuatkan SIM para tukang ojeg ini dengan menempuh mekanisme dan prosedur yang telah diatur. Meskipun memakan waktu hampir dua bulan, namun akhirnya para tukang ojeg kini memiliki SIM. “Polisi menyambut baik ini, mereka (tukang ojeg) tes, yang lulus ya dibuatkan SIM,” jelasnya.

Ara berharap kedepannya, kehidupan tukang ojeg menjadi semakin baik. Kini mereka tidak perlu lagi khawatir saat mencari nafkah karena perlahan mengikuti aturan untuk mengemudi dengan memiliki SIM.

Sebab menurut Ara, tukang ojeg sendiri saat ini memiliki tantangan yang cukup berat. Selain kebutuhan yang semakin hari terus meningkat, adanya persaingan juga tidak bisa dihindarkan. “Mereka mesti menghidupi keluarganya, harus berjuang, saya harapkan kedepanya mereka semakin baik,” ucap Ara.

Sementara itu, salah satu anggota komunitas tukang ojeg Charlim merasa bangga dan berbahagia. Saat ini dan rekanya telah memiliki SIM, sehingga bisa mencari nafkah dengan tenang karena tak lagi melanggar aturan dengan mengemudi tanpa SIM. Ia sendiri telah menjadi ukang ojek sekitar 28 tahun namun belum memiliki SIM.

BACA JUGA:  Unpas Bantu Pemasaran Produk Pengrajin Lembang

“Alhamdulillah saya sangat bangga dan senang, saya terharu banget sama bang Ara. Saya ingin ucapkan terimakasih ke Bang Arak arena telah membantu membuatkan kami SIM,” jelas Charlim yang akrab disapa kopral ini.

Ia juga mendoakan agar Bang Ara terus sukses dan membantu rakyat kecil dimanapun melaksanakan tugas.

Lalu tukang ojeg lainnya yakni Jafar Sidik juga mengungkapkan bahwa ia sangat senang bisa ikut dalam program pembuatan SIM yang difasilitasi Bang Ara ini. “Ini spesial ya, ini perpisahan bang Ara di Dapil ini. Istilahnya ini kadeudeuh buat saya, saya terbantu untuk bisa memiliki SIM,” ucap Jafar pada Pasundan Ekspres.

Pasca membagikan SIM, Ara juga kembali berbincang dengan beberapa elemen anak muda dari unsur pramuka serta BEM STIE Miftahul Huda untuk menyerap aspirasi dalam reses kali ini. Setelah kegiatan di Pamanukan usai, Ara sendiri dijadwalkan akan melakukan reses selanjutnya di Majalengka.(ygi/man)