Warga Blanakan Dikabarkan Terisolasi di Wuhan-China

virus corona di subang
virus corona di subang

SUBANG-Seorang warga Subang diduga menjadi korban pengantin pesanan dan terisolasi di Wuhan-China. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) meminta bantuan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mendeteksi kabar tersebut.

Kepala Bidang Binapenta TKI Disnakertrans Subang Agus Gunawan SE mengatakan, mengenai virus corona di subang dan kabar ada warga Kabupaten Subang tepatnya di Desa Rawameneng Kecamatan Blanakan bernama Ratna Ningrum (22) berada di Wuhan Provinsi Hubei – China, pihaknya tidak megetahui dengan jelas. Apakah benar ada warga tersebut di sana? Pasalnya, China sendiri tidak masuk dalam job request untuk perkerja di Kabupaten Subang. “Kabar tersebut kita sedang mencari tahu. China bukan masuk dalam job request untuk TKI, bisa jadi warga Subang tersebut menikah dan tinggal di sana,” katanya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihaknya akan mengunjungi keluarga warga Subang yang saat ini terisolasi di China tersebut. Pihaknya akan melakukan penggalian keterangan terhadap pihak keluarga. Mulai dari awal keberangkatan, alasan berangkat dan lainnya. Pihaknya tidak megetahui atau tidak terdata di Disnakertrans Subang, Ratna Ningrum tersebut ke China. “Kami akan gali ke pihak keluarga, sehingga bisa jelas nantinya,” katanya.

BACA JUGA: Cegah Virus Corona, TKA Wajib Lapor Riwayat Kesehatan

Sebagai tindak lanjut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kemenlu Republik Indonesia, mengenai adanya virus corona di subang dan warga Subang yang berada di Wuhan – China. Kemenlu meminta waktu, karena harus dilakukan pendeteksian dan belum berhasil melakukan pendeteksian. “Kami saat ini masih menunggu kabar dari Kemenlu RI. Apakah benar warga Subang tersebut berada di sana atau tidak,” ujarnya.

Pihak keluarga ingin Ratna Ningrum dipulangkan. Disnakertrans juga akan meminta kepada Kemenlu, agar yang bersangkutan bisa dipulangkan. Tentunya harus sesuai dengan SOP, dikarenakan saat ini virus Corona sedang mewabah di sana. “Jika keluarga meminta dipulangkan, kita meminta bantuan ke Kemenlu sesuai SOP,” ungkapnya.
Mengenai dugaan pengantin pesanan, pihaknnya tidak mau berasumsi terlalu jauh. Menurutnya, itu mungkin saja, ketika calon pengantin diberikan jaminan kemewahan atau yang lainnya, sehingga akhirnya calon pengantin mau. “Kami tidak mau berasumsi terlalu jauh, mengenai pengantin pesanan,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kabupaten Subang Udin mengatakan, pihaknya siap untuk menjemput warga Subang tersebut asalkan prosesnya resmi. Selama ini, pihaknya membantu para pekerja migran ataupun warga Subang yang berada di luar negri dan menginginkan pulang ke Subang. “Pada prinsipnya kami siap untuk menjemput, namun harus secara resmi,” ujarnya.

Mengenai pengantin pesanan, SBMI mencatat ada 26 orang Warga Negara Indonesia yang diduga menjadi pengantin pesanan. Dari aduan yang diterima SBMI dari Januari – Juli 2019.

“Dari data SBMI, Ratna ningrum merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), bermodus pengantin pesanan ke negara china. Agen pengantin pesanan akan membujuk korbannya atau calon pengantin dengan iming-iming akan dinikahi pengusaha kaya dan akan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu Ibu dari Ratna Ningrum, Eha (40) warga Desa Rawameneng Kecamatan Blanakan meminta kepada pemerintah agar anaknya bisa dipulangkan bersama Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya yang berada di China. Eha khawatir anaknya terkena wabah virus corona. “Kalau saya telpon, anak saya berada di dalam rumah tidak bisa keluar karena wabah corona jadi takut,” tadasnya.(ygo/vry)