Yang Tenggelam di Plentong

Saya terkejut! Zaman sekarang masih ada objek wisata dengan tarif masuk yang sangat murah.

Tidak dihitung kepala, tidak dihitung perorang. Tapi hitung kendaraan.

Mobil Rp10.000. Motor hanya Rp5.000. Kalau datang jalan kaki mungkin gratis. Hehe

Itulah pungutan tiket masuk objek wisata Pantai Plentong, Indramayu. Pantai ini tepatnya di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Indramayu.

Tidak jauh dari perbatasan Subang-Indramayu. Hanya 4 Km dari jalur Pantura.

Jalannya sudah bagus dan cukup lebar. Sekitar 3,5 Km dicor. Bisa masuk bis juga. Tapi belum banyak petunjuk arah menuju lokasi.

Menurut pedagang, pengunjung akan lebih ramai di hari libur atau libur nasional. Banyak yang datang dari Jakarta dan Bandung. “Bule juga kadang ada. Kalau libur lebaran bisa macet sampai depan,” kata seorang pedagang.

Pantai Plentong dibuka untuk objek wisata baru tiga tahun. Dari sejumlah plang yang terpasang terlihat, pembangunannya dibantu oleh PT. PJB. Pembangkit Jawa- Bali, PLN.

Itu terlihat dari prasasti di samping tulisan PANTAI PLENTONG. Terukir tanda tangan pejabat PJB dan Bupati Indramayu Anna Sophanah. Bukan di zaman Bupati Irianto alias Yance, suaminya. Tapi tidak ada tanggal peresmiannya. Mungkin lupa.

Nama Plentong diambil dari jalan kecil atau gang menuju pantai. Gang itu disebut gang Plentong. Kini jadi jalan yang cukup lebar. Diabadikan jadi nama objek wisata.

Tidak jauh beda dengan kondisi pantai di laut Jawa lainnya. Bibir Pantai Plentong terus menjorok ke daratan. Banyak area sawah, rumah dan bangunan yang dicaplok lautan.

“Dulu bangunan, rumah di sana. Sekarang udah gak ada. Ya tenggelam. Kalau yang sekarang ini (pantai) dulunya sawah,” kata seorang kakek. Warga setempat.

Hal itu dibenarkan oleh warga setempat yang kini berjualan. Memanfaatkan objek wisata pantai. “Iya, dulu juga rumah orang tua saya di sebelah sana. Sekarang udah hilang,” katanya.

Pantai Plentong kini terus berbenah. Sejumlah fasilitas dan wahana hiburan keluarga disediakan. Pengunjung bisa berwisata keliling pantai dengan ATV. Bisa juga naik perahu motor, mencoba sensasi ombak Laut Jawa.

Rupanya masa depan pedagang juga akan makin “cerah”. Tidak lama lagi mereka akan menempati sederet kios permanen yang disediakan. Untuk jualan aneka makanan, oleh-oleh dan tentu ikan bakar.

Semua itu dipikirkan oleh pemerintah desa. Tampak ada upaya serius menata Pantai Plentong. Sudah tampak banyak taman dan dengan mudah bisa menemukan tong sampah. Area pantai tampak bersih.

Setelah terus dibangun, semoga tetap murah. Selamat berlibur.(*)

Oleh: Lukman Enha–Pemred Pasundan Ekspres