Ibu Muda di Bogor Kehilangan Rp 147 Juta Tabungannya Akibat Penipuan 'Misi Berbayar' di Telegram

Penipuan
Ilustrasi Penipuan foto .okezone.com
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES – Seorang ibu muda di Perumahan Tonjong Asri, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Restina Hotniganda Nainggolan (30), menjadi korban penipuan berkedok ‘misi berbayar’ di aplikasi Telegram. Akibatnya, Restina kehilangan uang Rp 147 juta hasil tabungannya.

Dilansir dari viva.co.id Penipuan ini bermula pada Minggu (12/5/2024) ketika Restina menerima undangan untuk bergabung dengan grup Telegram bernama “Somethinc Sosial”. Di dalam grup tersebut, admin meminta Restina untuk mendaftarkan akun dan menyelesaikan misi dengan cara screenshot produk di toko online.

Restina menyelesaikan misi tersebut dan mendapatkan komisi Rp 20.000. Namun, saat ingin mencairkan komisi, Restina diminta untuk menyelesaikan misi lain dengan membeli produk senilai Rp 4,5 juta.

Baca Juga:Hati-Hati Modus Penipuan di WhatsApp Sudah Makin Marak, Ini Cara Menghindarinya11 Meninggal dalam Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Satu Orang Guru Tewas

Saldo akun Restina pun bertambah menjadi Rp 9 juta setelah menyelesaikan misi tersebut. Namun, Restina kembali tidak bisa mencairkan dananya.

Penipu kemudian membujuk Restina untuk menyelesaikan misi lain agar saldonya bisa dicairkan. Restina pun tergoda dan mentransfer uang Rp 20 juta secara berulang kali.

“Saya diiming-imingi komisi besar dan ditakut-takuti saldo saya hangus kalau tidak segera transfer,” ungkap Restina sambil menangis kepada VIVA, Selasa (14/5/2024).

Total, Restina mentransfer Rp 147.388.000 ke beberapa rekening yang diberikan oleh pelaku.

Sadar telah menjadi korban penipuan, Restina melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok pada tanggal 13 Mei 2024 dengan nomor laporan LP/B/815/V/2024/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA.

Restina berharap agar laporannya segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan uangnya bisa kembali. Dia juga menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan ‘misi berbayar’ di media sosial.

Kasus penipuan ‘misi berbayar’ ini kembali marak terjadi di media sosial. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati.

0 Komentar