Abubakar Terbukti Terima Suap, Divonis Berbeda dengan Dua Mantan Bawahan

Usai sidang vonis, Abubakar pun tak berkomentar banyak kepada awak media. Ia mengaku hanya pasrah menerima putusan majelis hakim.

“Ya, saya terima itu adalah keputusan hakim,” katanya.
Abubakar pun berpesan agar Pemkab KBB kedepan bisa menjalankan roda pemerintahannya menjadi lebih baik lagi. “Ya. Semoga KBB lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu dua mantan bawahan Abubakar divonis berbeda oleh Majelis Hakim. Mantan Kadis Perindustrian dan Perdaganagan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati divonis hukuman selama 5 (lima) tahun penjara. Sementara mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto divonis hukuman selama 4,5 tahun penjara. Keduanya juga harus membayar denda masing-masing sebesar Rp200 juta, dengan subsider kurungan enam bulan.

BACA JUGA:  Langgar Aturan, Satpol PP Kabupaten Bandung Barat Amankan 5 Reklame

Sama halnya dengan Abubakar, keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam dakwaan alternatif pertama, yakni pasal 12 hurup a UU Tipikor.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa satu (Weti) hukuman lima tahun penjara, dan terdakwa dua (Adiyoto) hukuman empat tahun enam bulan,” kata majelis hakim.

Selain itu, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp200 juta, dengan subsider kurungan enam bulan. Khusus terdakwa Weti, diharuskan membayar uang pengganti senilai Rp 20 juta lebih. Jika tidak bisa membayar hingga ada keputusan tetap, diganti dengan kurungan penjara enam bulan.(eko/din)