Gulirkan Desamart di 165 Desa, Pemkab KBB Siapkan Anggaran Melalui APBD

BANDUNG BARAT-Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyatakan, program desamart akan digulirkan pada tahun 2020 mendatang di 165 desa di Kabupaten Bandung Barat. Untuk kesuksesan program ini, Pemkab Bandung Barat akan memberi bantuan kepada pemerintah desa untuk membangun desamart di wilayahnya masing-masing.

“APBD kami pun siap. Saya siap untuk memodali desa-desa yang analisanya benar. Jangan sampai dikasih duit malah jadi rugi. Program untuk 2020, kami di desamart saja dulu, di 165 desa akan dibikin desamart,” kata Aa Umbara di sela-sela pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Cihampelas, Selasa (13/11).

Namun demikian, Umbara belum menyebutkan nilai yang akan disiapkan Pemkab Bandung Barat untuk merealisasikan rencana pembangunan desamart. Akan tetapi, dia mengatakan, Pemkab Bandung Barat bakal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan toko maupun pembelian barangnya.

“Kami akan modali untuk desamart itu pada 2020, untuk bangunan dan barangnya. Nanti kami pun akan memantau perkembangannya. Itu bisa dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) atau si pengelolanya yang menjadi pengurus BUMDes. Kalau ada pengurus lagi, biasanya kurang benar juga,” ucapnya.

Menurut dia, rencana pembangunan desamart itu dimaksudkan untuk menyiasati pertumbuhan minimarket yang semakin menjamur. Ironisnya, keberadaan minimarket sampai ke pelosok desa itu kebanyakan tidak mengantongi izin. Dengan demikian, masyarakat dan pemerintah daerah dianggap tidak memperoleh manfaat.

“Jadi, yang ada izinnya cuma beberapa minimarket, yang lainnya sama sekali tidak ada kontribusi terhadap pemda. Namun, kalau kami bikin desamart, flyer effect-nya jelas buat masyarakat. Minimalnya, barangkali, desa dengan perangkatnya, terus BPD, bisa mendapatkan insentif dari situ,” tuturnya.
Sebelumnya, Umbara menyebutkan, dari sekitar 360 minimarket yang ada di KBB, cuma sekitar 40 minimarket yang berizin. Dia pun mengingatkan kepada para kepala desa supaya tidak membiarkan minimarket ilegal bermunculan lagi di desanya masing-masing.

BACA JUGA:  Kemenpora Setujui Pembangunan Stadion Olahraga

Menurut dia, banyak hal negatif yang timbul dari menjamurnya minimarket. Di antaranya ialah menggerus warung-warung kecil di sekitar minimarket, karena pilihan komoditas di minimarket yang bervariatif lebih menarik minat konsumen. Oleh karena itu, Umbara menggagas pembangunan desamart.

“Dapat dipastikan seluruh keuntungan yang diperoleh minimarket akan dibawa ke luar KBB, karena mayoritas pemiliknya memang orang luar. Namun, tidak demikian dengan desamart, karena keuntungan yang diperoleh akan dirasakan kembali oleh masyarakat dan aparat desa,” kata Umbara, beberapa waktu lalu.(eko/din)