HILLSI dorong Disnakertrans Kurangi Penganguran

PRODUKTIF: Proses pengolahan tomat menjadi saus yang digagas Deden. Disnakertrans diminta mengurangi pengangguran dengan menciptakan wirausahawan baru. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT-Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kabupaten Bandung Barat mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat untuk mengurangi pengangguran sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dengan menciptakan wirausahawan baru berbasis produk ekonomi mikro.

Ketua Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Bandung Barat, Lili Ahmad Hambali mengungkapkan, menciptakan wirausahawan baru merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang disalurkan melalui Disnakertrans dalam rangka membangun kemandirian bangsa secara ekonomi melalui kewirausahaan.

“Masyarakat yang kita (Dinakertrans KBB dan HILLSI) berdayakan ini disebut Tenaga Kerja Mandiri (TKM), sesuai rencana, mereka diharapkan bisa menjadi wirausaha yang mandiri. Program ini juga dapat membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan,” kata Lili usai memberikan pengarahan latihan membuat saos tomat di Lembang, Rabu (16/10).

Pada tahun ini, pemerintah memberikan bantuan sekaligus pembinaan kewirausahaan bagi kelompok TKM yang sumbernya berasal dari tugas pembantuan (TP) dan luncuran. Setiap kelompok TKM, selain mendapat pelatihan selama tiga hari, juga akan diberikan alat yang dibutuhkan untuk kelompok kewirausahaan tersebut.

“Untuk di Bandung Barat, bantuan yang berasal dari TP ada 6 bantuan, sedangkan luncuran ada 7 bantuan, sehingga totalnya tahun ini pemerintah memberikan 13 bantuan kewirausahaan,” bebernya.

Terkait produk dan bidang usaha yang dijalankan kelompok TKM, lanjut dia, bisa berupa kuliner atau home industri yang disesuaikan dengan potensi dan domisili kelompok tersebut. Misalnya di Lembang, karena daerah sentra penghasil tomat, maka wirausaha yang sangat tepat di Lembang adalah membuat saus tomat.

“Kelompok TKM diberikan teori dan praktek terkait kewirausahaan yang berorientasi membuat produk. Ouputnya adalah mereka bisa mandiri dalam berwirausaha yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sekoper Cinta dan Kredit Mesra Perkuat P2WKSS

Agar program kewirausahaan ini bisa berjalan sesuai harapan, tambah dia, masyarakat penerima bantuan akan terus dipantau oleh Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang sudah direkrut Kementerian Ketenagakerjaan.

“TKS akan langsung memberikan pembinaan, membuat laporan tentang perkembangan usahanya ke kementrian hingga masa kontraknya berakhir Desember 2018. Pasti dipantau, dibina terus hingga kelompok-kelompok TKM ini berhasil,” terangnya.
Wawan, salah satu penerima bantuan kewirausahaan di Lembang mengaku bersyukur pemerintah memberikan alat pengolahan serta pembuatan saus tomat. Pasalnya, bahan baku tomat sangat melimpah sedangkan harga pasaran tidak pernah stabil.
“Saking murahnya, ada petani yang tidak mau menjualnya ke pasaran. Hampir setiap tahun terjadi kondisi seperti ini,” kata Wawan.

Menurut dia, banyak petani yang terpaksa membuang hasil panen tomatnya, bahkan ada yang membiarkannya membusuk di pohon. Oleh karena itu, daripada tidak menghasilkan, Deden bersama kelompoknya berinisiatif mengolah tomat menjadi saus.
“Bahan baku tomat sangat melimpah, setiap minggu ada panen. Pemasaran saus tomat cukup gampang karena Lembang banyak objek wisata yang menyediakan berbagai makanan yang bisa dicapur saus. Mudah-mudahan, saus tomat ini bisa jadi icon oleh-oleh khas Lembang,” ucap Wawan.(eko/din)