Jual Tanah Carik di Desa Cikalong, Polisi Periksa 100 Orang Saksi

IST BERI KETERANGAN: Kanit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra diwawancarai awak media di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

CIMAHI-Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Cimahi telah menetapkan status kasus dugaan penjualan tanah carik di Desa Cikalong ke tingkat penyidikan. Selain tanah carik, diduga ada pula penjualan tanah negara.

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra mengaku jajarannya telah memeriksa sekitar 100 orang dalam perkara tersebut. Termasuk di antara mereka yang diperiksa ialah 47 penggarap tanah carik tersebut. “Soal tanah carik di Cikalong itu, kami sudah di tahap penyidikan. Kurang lebih ada 100 orang yang diperiksa, di antaranya 47 penggarap,” kata Herman, Rabu (30/9).

Dalam kasus tersebut, tanah carik atau tanah desa seluas 15 hektare di Desa Cikalong Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga dijual oleh oknum mantan kepala desa ke pihak perseorangan.

Herman mengungkapkan, Unit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi membagi dua kasus tersebut. Pertama, terkait dugaan penjualan tanah negara, sedangkan yang kedua ialah soal dugaan penjualan tanah desa. “Dari dua itu, sekarang ada yang sudah berbentuk sertifikat atas nama perorangan, dan sudah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, sudah kami sita,” katanya.