Lima Proyek Infrastruktur Mangkrak, Anggarkan Rp80 M untuk Pasar Tagog

MANGKRAK: Para Pekerja melanjutkan pekerjaan benteng Pasar Tagog Padalarang.

NGAMPRAH – Sebanyak 5 proyek pembanguna infrastrutur di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih mangkrak hingga saat ini. Proyek itu diantaranya, Pembangunan Pasar Tagog Padalarang, FoodCourt di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Fly Over Cimareme, dan Plasa Meklarsari.

Pantauan Pasundan Ekspres, kelima proyek infrastruktur tersebut mangkrak bertahun-tahun tanpa adanya progress yang jelas. Kelima proyek itu tak lain merupakan warisan pasca sepeninggalan mantan Bupati Abubakar. Seperti, proyek revitalisasi Pasar Tagog Padalarang yang masih belum terealiasi hingga saat ini. Sejumlah pedagang pasar sempat meminta kejelasan terkait revitalisasi pasar tersebut. Sebab, pedagang menilai selain lokasi pasar yang saat ini nampak tak terawat, para pedagan pun terkdang terpaksa harus berjualan di pinggir jalan.

“Sebagai pedagang ingin menanyakan ke pemerintah jadi dibangun atau tidak? Kami menunggu kejelasan pemerintah untuk membangun pasar ini,” ujar Nandang Dermawan (46) salah satu pedagang pasar.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Maman Sulaeman memastikan revitalisasi pasar Tagog Padalarang akan dilaksanakan pada tahun ini dan ditargetkan bisa terbangun pada Juni atau setelah Lebaran nanti. Saat ini, Pemkab Bandung Barat tengah fokus melakukan pembahasan mengenai bangunan bunga serah (BGS).

Lebih lanjut Maman menjelaskna berdasarkan penghitungan dari tim yang dibentuk pemerintah daerah, pembangunan pasar tersebut bisa menghabiskan anggaran hingga Rp80 miliar. Pasar tersebut akan dibangun 3 lantai terdiri dari basement, area hiburan, foodcourt dan lainnya. “Rencananya akan dibangun sebanyak 1.410 kios termasuk mengakomodasi para PKL. Kami ingin melihat kondisi Pasar Tagog ini lebih yaman dan indah tanpa ada kemacetan,” pungkasnya. (Sep)