Pedagang TWA Tangkuban Parahu Merugi, Dampak Penutupan Kunjungan Paska Erupsi

MENYAMBUNG HIDUP-Sejumlah pedagang masih bertahan berjualan di pintu gerbang TWA Gunung Tangkubanparahu. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Hampir dua bulan, taman wisata alam Gunung Tangkuban Parahu ditutup dan tak bisa dikunjungi wisatawan karena terus mengalami erupsi.

Ditutupnya aktivitas kunjungan berdampak buruk bagi masyarakat sekitar, terutama para pedagang yang biasa mencari penghasilan di lokasi wisata tersebut.

Kepala Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Jajang Ruhiat mengatakan, sejak kunjungan wisata Tangkuban Parahu ditutup pasca erupsi, otomatis penghasilan para pedagang turun drastis.

“Pedagang yang biasa berjualan di Tangkuban Parahu tidak punya pemasukan. Karena kondisi gunung tak menentu, ada pedagang yang pindah jualan ke Orchid Forest, Grafika dan tempat wisata lainnya,” kata Jajang, Jumat (20/9).

Lantaran ada yang memilih tidak berjualan, Jajang mengaku, sebagian pedagang terpaksa menjual motor, televisi hingga mengadaikan surat tanah untuk menyambung hidup keluarganya.

BACA JUGA:  Pedagang Surati PVMBG, Minta Turunkan Status TWA Gunung Tangkuban Parahu

Untuk meringankan beban hidup pedagang, pemerintah desa telah mengusulkan kepada Pemkab Bandung Barat agar mereka diberikan bantuan.

“Beberapa waktu lalu kami sudah rapat dengan bupati untuk memberikan bantuan alakadarnya bagi pedagang yang selama ini tidak bisa berjualan di Tangkuban Parahu,” ungkapnya.