Pemkab Prioritaskan CSR untuk Rehab Sekolah

PROGRAM: Bupati Bandung Barat Aa Umbara dalam sebuah acara, KBB prioritaskan rehab sekolah. Tahun ini perusahaan wajib keluarkan CSRnya untuk pendidikan. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Ajak Perusahaan Peduli Pendidikan

NGAMPRAH-Pemkab Bandung Barat terpaksa mengandalkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk merenovasi bangunan Sekolah Dasar (SD) karena terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah.

“Kalau untuk merenovasi semua sekolah, kita tidak mungkin mampu karena anggarannya tidak ada. Jadi, kita ambil terobosan ngambil CSR, disamping bantuan provinsi dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, Selasa (28/1).

Hingga saat ini, lanjut Aa Umbara, pemerintah masih menunggu uluran tangan berbagai pihak karena masih banyak bangunan sekolah yang harus direnovasi.

“SD di Bandung Barat ada sekitar 700 sekolah, masih banyak yang harus direnovasi. Ini kepedulian, tapi kita minta dan ajukan (CSR) sudah ada beberapa yang direnovasi,” ujarnya.

Dia menerangkan, biaya perbaikan untuk satu ruang kelas membutuhkan dana sekitar Rp 100 juta lebih agar kondisi bangunannya bisa bertahan lama.

Untuk kedepannya, Aa Umbara menginginkan ada kepedulian dari perusahaan lokal maupun nasional yang bisa berbagi untuk membantu perbaikan bangunan sekolah rusak.

“Ini kan demi kepentingan umum, kepentingan anak-anak sekolah. Mudah-mudahan banyak perusahaan yang mau membantu,” tutur Aa Umbara.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat, dari total 716 ruang kelas SD, sebanyak 2.638 ruang mengalami rusak ringan, 679 rusak sedang dan 811 rusak berat.

Kerusakan ribuan ruang kelas ini disebabkan berbagai hal salah satunya akibat usia bangunan yang sudah tua, sehingga kondisinya rapuh.(eko/dan)