Pemprov Programkan Ulama Belajar Bahasa Inggris

BERIKAN SANTUNAN : Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum memberikan santunan pada anak yatim piatu dan fakir miskin KBB, saat Safari Ramadan Pemprop Jabar di Mesjid As-Shidiq Komplek Pemkab Bandung Barat, Rabu (8/5). ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES

NGAMPRAH-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) di era kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum memprogramkan agar ulama mempelajari bahasa Inggris. Hal ini bertujuan agar syiar Islam di Nusantara bisa tersebar ke luar negeri.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan di era pemerintahan Ridwal Kamil dan dirinya, memprogramkan agar ulama mempelajari Bahasa Inggris. “Kita programkan para ulama untuk belajar Bahasa Inggris biar syiar Islamnya, bisa ke luar negeri juga,” kata Uu dihadapan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan sejumlah warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kegiatan Safari Ramadan Pemrop Jabar ke-27 kota/kabupaten di KBB, Rabu (8/5).

Selama ini, kehebatan para ulama untuk menyampaikan syiar Islam, tidak diragukan lagi, namun saat ini, mereka hanya bisa menyampaikan syiarnya masih terbatas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saja. Melalui program Belajar Bahasa Inggris bagi para ulama, diharapkan syiar Islam mereka bisa ke negara lain. “Selama ini Islam sering dicap sebagai teroris, radikal atau intoleran. Padahal Islam itu rakhmatan lil alamin. Nah, peran ulama kitalah yang harus meluruskan tudingan itu,” bebernya.

Jika ulama Jabar sudah menguasai Bahasa Inggris, kata dia, maka Pemrop Jabar pun bersedia membantu menerbangkan mereka ke luar negeri. Hal ini kata Uu sebagai salah satu upaya Pemrop Jabar dalam mewujudkan motto Jabar Juara Lahir Batin. “Jika Jabar Juara tingkat nasional sudah bukan barang baru. Tapi keinginannya Jabar bisa juara juga di tingkat internasional mengingat potensinya yang cukup memadai,” ungkapnya.

Dalam kesematan tersebut Uu juga memberikan santunan pada anak yatim piatu, kaum dhuafa, para santri dan marbot mesjid. “Kita berikan santunan bagi mereka yang mengabdi di sekolah salafiah. Karena mereka ini mengabdi tapi tidak tersentuh bantuan pemerintah,” terangnya.

BACA JUGA:  BPNT Bantu KPM Ringankan Biaya Hidup, Diambil di E Warung Setiap Bulan

Pada kesempatan itu, orang nomor dua di Jawa Barat ini juga menyampaikan permintaan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna terkait permintaan bantuan untuk pembangunan jalan di KBB. “Karena jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk mobilisasi. Dan ini sama dengan program kami jamu (jalan mulus). Yang diminta pak Bupati perbaikan di daerah Cikalong Wetan dan Cisarua,” katanya.

Adapun pada program jalan mulus tersebut, kata Uu, ada dua unsur yang diutamakan, yakni unsur keadilan dan pemerataan. Sehingga tidak ada daerah yang menjadi prioritas. “Unsur keadilan artinya semua Kabupaten/Kota di Jabar mendapatkan program jamu ini. Dan unsur pemerataan, tidak semua Kabupaten/Kota memiliki jalan Kabupaten yang sama dan jalan Provinsi yang sama. Ada yang banyak jalan provinsinya ada yang banyak jalan kabupatennya,” pungkasnya. (sep)