Terkait Kasus Pembunuhan Janda, Keluarga Berharap Pelaku segera Ditangkap

BERDUKA: Puluhan warga dan kerabat menghadiri pemakaman korban di pemakaman umum terdekat. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

LEMBANG-Suasana duka menyelimuti keluarga Ella Nurhayati. Sebelumnya, wanita berhijab itu ditemukan tewas dengan 23 luka tusukan di tubuhnya, Selasa (11/9) siang. Kemarin (12/9), korban dimakamkan di TPU Sirnarasa, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Pantauan Pasundan Ekspres di rumah duka yang terletak di Gang Gebeo, Desa Jayagiri, hingga pukul 07.30 WIB, kerabat dan saudara korban terlihat masih berdatangan untuk ikut serta mengantarkan jenazah ke permakaman.

Korban disalatkan tepat pukul 08.00 WIB di Masjid Al-Hidayah yang letaknya berseberangan dengan rumah duka. Masjid yang berukuran tidak terlalu besar itu pun terlihat penuh. Bahkan sebagian besar kerabat dan keluarganya tidak bisa ikut serta menyalatkan sehingga menunggu di luar masjid. Usai disalatkan, jenazah pun dibawa menggunakan mobil ambulans berwarna abu-abu menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Ditemui sebelum melaksanakan salat jenazah, kakak ipar korban, Asep mengatakan, meskipun dikenal tertutup, korban terkadang menceritakan persoalan yang dihadapinya pada dirinya maupun keluarga.

Adapun hubungan dengan mantan suaminya, sambung dia, selama ini berlangsung baik-baik saja. Hampir setiap minggu, mantan suaminya itu kerap mengantarkan anak semata wayangnya yang memiliki kelainan atau berkebutuhan khusus ke rumah Ella.

“Kalau masalah seperti itu, kadang bisa terbuka. Kadang bisa dibicarakan ke kakaknya dan keluarga juga. Kalau masalah dengan mantan suaminya tidak ada, ya da baik-baik saja. Nganter anaknya seminggu atau dua minggu sekali ke sini,” ungkap dia.

Dia berharap, kematian Ella bisa secepatnya dibongkar dan pelaku bisa diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
“Secepatnya bisa terbongkar lah pelaku pembunuhannya. Dan bisa secepatnya diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” jelas dia.

Sementara itu Sopyan, adik korban yang tidak sempat menyaksikan pemakaman kakaknya itu, merasa terhentak saat pertama kali mendengar berita dari keponakannya. Saat mendengar kabar duka tersebut Sopyan tengah berada di Palembang.

BACA JUGA:  Kepala Desa Compreng Selewengkan Dana Desa untuk Kampanye

“Saya mendapat kabar dari keponakan sekitar pukul 14.00 WIB siang pas kejadian. Dia bilang tante Yayang (pangilan Ella) meninggal om. Pikir saya sakit ngga atau Kecelakaan. Dia bilang ada yang membunuh. Saya langsung kaget,” katanya.

Sopyan menuturkan, Ella yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-42 sekitar seminggu lalu, bahkan Sopyan sempat mengucapkan selamat untuk kakaknya itu.
“Saat itu saya tidak melihat ada tanda-tanda sedang bermasalah. Dia baru ultah hari Selasa minggu lalu. Pas ultah saya ucapin selamat ultah barokah rezeki, panjang umur sehat, ia menjawab iya makasih katanya. Hati-hati di jalan nya, jangan lupa oleh karena saat itu saya pas pergi ke Palembang,” paparnya.

Sementara itu, bagi teman seprofesinya, Ella merupakan teman baik. Tak sedikit diantaranya memandang Ella merupakan sosok yang pekerja keras yang sudah bekerja selama 20 tahun.
“Tidak ada yang menyangka apa yang terjadi pada Almarhumah,” kata Ani Yuliani, rekan korban.(eko/din)