Transformer Ikut Kampanyekan 3M

EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES JENAKA: Kang Herti Gol mengenakan kostum Transformer untuk membantu sosialisasi 3M.

BANDUNG-Berbagai lapisan masyarakat ikut terlibat memberikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan, yang dianjurkan pemerintah dengan selalu menerapkan 3M yaitu, memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19.

Salah satunya dilakukan Herti Ruhiana, guna menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19. Ia berkeliling kampung memakai replika kostum karakter robot dalam film Transformers lengkap dengan bergaya layaknya seorang robot.

Warga Kampung Bewak, RT 3 RW 3 Desa Jayagiri Kecamatan Lembang, ini mengampanyekan protokol kesehatan kepada pengguna jalan yang melintas serta para pedagang kaki lima sekaligus memberikan masker. Sesekali kedua tangan diangkat untuk menarik perhatian anak-anak.

Herti beralasan, penggunaan kostum robot dalam kampanye protokol kesehatan dilakukan agar masyarakat terhibur dan memahami bahaya yang mengancam nyawanya jika penyakit ini masuk ke dalam tubuh.

“Sejak muncul wabah, saya sudah berkampanye protokol kesehatan dengan memakai kostum robot. Kalau dulu pada awal-awal pandemi, saya sering ikut kegiatan penyemprotan bersama pihak desa,” kata Herti.

Sebelum pandemi merebak, pria yang akrab disapa ‘Kang Herti Gol’ ini memiliki pekerjaan sampingan menjadi komentator pertandingan sepakbola dan menghibur penonton di stadion juga dengan berkostum robot pada setiap akhir pekan. Selain itu, dia juga kerap dipanggil untuk mengisi acara-acara tertentu.

Namun, imbas dari pandemi, undangan untuk mengisi acara menjadi sepi. Herti juga tidak bisa lagi menghibur di stadion karena kegiatan yang menimbulkan kerumuman seperti sepakbola dihentikan sementara.

“Sekarang undangan lagi sepi, tapi pada awal adaptasi kebiasaan baru (AKB) saya pernah turun ke lapangan saat kompetisi sepakbola anak usia dini. Pakai kostum lengkap, saya kampanye masker kepada para penonton sambil menjadi komentator,” ucapnya.

Tingkatkan Kesadaran Prokes Masyarakat

Herti bercerita, kostum koleksinya tidak hanya robot, tapi juga ada bermotif batik, busana daerah serta corak lainnya yang disesuaikan dengan kondisi. Tak jarang, orang di sekitarnya sering mengerumuninya karena ia menggunakan kostum aneh dan nyeleneh, bahkan banyak masyarakat yang berswafoto dengan dirinya.

“Profesi sehari-hari saya sebagai cleaning servis di sebuah perusahaan di Bandung, tapi kalau jadi komentator sudah berjalan empat tahun. Disamping senang dengan profesi ini, saya juga ingin menghibur dan mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak agar patuh menjaga kesehatan dan terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Dalam membuat kostum, ia memanfaatkan bahan-bahan bekas alias limbah rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya yang sudah tidak terpakai seperti styrofoam, bola plastik, tempat makan bekas, teropong mainan anak ditambah kertas HVS sebagai tambalan di bagian luar.

“Justru kalau enggak pakai kostum nyeleneh, saya enggak PD (percaya diri) waktu di lapangan, begitu juga saat kampanye protokol kesehatan. Harus nyentrik istilahnya biar jadi perhatian masyarakat,” bebernya.

Meski seadanya dan tidak akan menyentuh semua lapisan, Herti berharap, dengan apa yang dilakukannya ini, masyarakat bisa sadar dan membantu memerangi Covid-19, minimal menggunakan masker saat ke luar rumah.

Apalagi, wilayah Lembang sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena kasus penyebaran Covid-19 masih tinggi. “Ayo mulai sekarang, sayangi diri sendiri dan keluarga dengan cara mematuhi protokol kesehan dan melaksanakan 3M. Karena langkah awal untuk memutus rantai penyebaran, satu-satunya dengan cara itu,” imbau Herti.(eko/vry)