Ummie: Diabetes Tidak Hanya Menyerang Orang Tua

KESEHATAN: Sebanyak 1.200 orang mengikuti diabetes Educative Walk di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin (13/2). EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Dapat Merusak Organ Tubuh

BANDUNG BARAT– Ketua Persatuan Diabetes Dunia (Persadia) wilayah Jawa Barat, Ummie Wasitoh menerangkan, diabetes kini tidak hanya menyerang pada orang usia lanjut, tapi penyakit tersebut juga mulai diderita oleh orang muda usia produktif.

Hal ini disampaikan Ummie saat menghadiri acara Diabetes Educative Walk di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.

Menurut dia, diabetes merupakan penyakit sangat jahat yang dapat merusak organ dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penderitanya bisa sampai dilakukan amputasi, cuci darah, hingga komplikasi.

“Diabetes ini penyakit mahal, biaya yang mesti dikeluarkan negara berat sekali. Apalagi kalau harus sampai cuci darah yang biayanya Rp750 ribu, seminggu dua kali dan dilakukan seumur hidup,” kata Ummie.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, sejak orang masih sehat diperlukan pola makan yang baik untuk mencegahnya dengan menerapkan pola ‘3J’ yaitu jadwalnya, jenisnya, dan jumlahnya harus bagus. Menurut Ummie, seseorang jangan asal makan agar terhindar dari diabetes, lalu rajin berolahraga serta ketiga edukasi.

“Edukasi sangat penting, supaya orang-orang bisa memahami apa itu diabetes, komplikasi, penyebabnya, atau bagaimana pencegahannya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Persadia Cabang Cimahi, Kolonel Jusron Iriawan mengaku, setiap tahun jumlah penderita diabetes di Indonesia menunjukkan tren peningkatan hingga sekitar 40 persen. Guna mencegah penyakit tersebut, diperlukan pola hidup yang sehat, melalui asupan makan yang baik dan rajin berolahraga.

“Trennya naik terus. Jadi 40 persen itu peningkatannya di Indonesia setiap tahun. Untuk angka pasti di Dustira, kami perlu mengeceknya lagi, tapi yang jelas tiap tahun meningkat terus,” kata Jusron yang merupakan seorang dokter di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 425 juta orang di dunia terkena diabetes, di mana pada 2040 jumlahnya diperkirakan bertambah jadi 600 juta orang. Khusus di Indonesia, sudah ada lebih dari 10 juta orang yang terkena diabetes.

Begitu pula dengan di Cimahi dan Bandung Barat, penderita diabetes mengalami peningkatan sekitar 10 persen pertahun. Menurut Jusron, diabetes kini menempati posisi ke-6 penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia.

“Penyakit yang paling mematikan nomor satu dan dua, yaitu jantung dan stroke. Tapi itu tidak berdiri sendiri, dan penyebabnya yang terbanyak itu oleh diabetes,” bebernya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, diperlukan upaya-upaya pencegahan. Jusron menyebut ada tiga tipe pencegahan, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer ialah dengan menyosialisasikan bahaya diabetes kepada masyarakat, agar masyarakat dapat mencegah terkena penyakit tersebut.

“Pencegahan sekunder ialah bagi mereka yang sudah terkena diabetes, biar jangan sampai terkena komplikasi. Sedangkan tersier bagi mereka yang sudah kena komplikasi, biar jangan sampai tambah parah. Misalnya, dia terkena luka di kaki, jangan sampai diamputasi,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kegiatan Diabetes Educative Walk ini diikuti oleh sekitar 1.200 orang yang berasal dari berbagai anggota Persadi di kabupaten/kota di Jabar. Sebagian besar peserta kegiatan merupakan orang-orang yang ingin terhindar dari diabetes. (eko/ded)