2019, Pengidap HIV/AIDS Mencapai 46 Orang

SOSIALISASI: Komisi Pemberantasan Aids ketika melakukan sosialisasi beberapa waktu lalu. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

Didominasi Penyimpangan Perilaku Homoseksual

KARAWANG-Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Karawang, mencatat dari awal tahun sampai akhir Februari 2019 kasus penderita HIV/Aids mencapai 46 orang. Penularan virus yang mematikan tersebut masih didominasi oleh perilaku humoseksual.
Staf KPA Karawang, Awan Gunawan mengatakan, jumlah penderita HIV/Aids dari tahun 1992 sampai Februari 2019 sudah mencapai 1.129 orang. Untuk tahun 2019 ini sudah ada 46 orang dan kasus paling banyak penularannya adalah perilaku menyimpang seks yaitu homoseksual.

“Untuk kelompok usia yang tertular virus mematikan itu masih didominasi oleh usia produktif yaitu 20-29 tahun sebanyaj 21 kasus,” ujarnya, Selasa (19/3).

Dikatakan, prosentase kasus HIV/Aids menurut jenis kelaminnya pada tahun 2019 ini yaitu 35,76 persen adalah laki-laki dan perempuan sebanyak 11,24 persen. “Untuk penderita HIV pada tahun ini paling banyak adalah karyawan sebanyak 23 orang, 10 orang ibu rumah tangga, 5 orang buruh, 3 wirausaha, dan lainnya adalah pelajar, pekerja salon, dan tidak bekerja,” katanya.

Menurutnya, data ini akan terus bertambah sebab perhitungannya baru awal tahun 2019. pihaknya bakal terus mendata kasus HIV/Aids ini sampai akhir tahun 2019. Kasus penularan HIV Aids seperti gunung es, yang terlihat hanya ujungnya saja. Sementara gunungnya masih tak terlihat, sebab jumlah yang ODHA (orang dengan Hiv Aids) yang ada di KPA itu hanya yang terdata. “Kami meyakini masih banyak orang yang sudah tertular tapi belum terdata,” katanya.

Untuk menekan jumlah penderita HIV, lanjutnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. “Meskipun anggarannya masih terbatas, tapi kami terus memaksimalkan sosialisasi bahayanya HIV Aids itu,” pungkasnya.(use/vry)

Info:

1992 – 2019 Tercatat 1.129 Orang Penderita HIV/Aids
Hingga Februari 2019 tercatat 46 orang
Penularan Perilaku Homoseksual
Kelompok usia produktif 20-29 tahun sebanyak 21 kasus
Tahun 2019
35,76 % Laki-laki
11,24 % Perempuan

BACA JUGA:  PLN Goes To School, Ajak Pelajar Melek Bahaya Listrik