Berani Buang Sampah Disini, Siap-siap Didatangi Kuntilanak

USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES PERINGATAN: UPTD Kebersihan Wilayah 1 membuat spanduk yang isinya diberikan ilustrasi unik.

KARAWANG-Membuang sampah sembarangan, selain bukan prilaku yang terpuji juga bisa mengganggu lingkungan sekitar. Sayangnya tak sedikit yang menghiraukan dampak tersebut. Kebiasaan membuang sampah sembarangan itu pun juga masih bisa ditemukan di wilayah kota Karawang.

Sulitnya merubah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sampah sembarangan. UPTD Kebersihan Wilayah 1, memiliki cara unik agar pelaku pembuang sampah jera yaitu dengan cara membuat spanduk yang isinya dengan kata-kata tak biasa. Selain itu, spanduk itu juga diberikan ilustrasi yang unik seperti kuntilanak, pocong dan Ironman mang Soleh.

Kepala UPTD Kebersihan Wilayah 1, DLHK Karawang, Luky Mantera menyatakan jika pihaknya sudah pusinh dengan para pelaku pembuang sampah sembarangan. Padahal pihaknya sudah menyediakan tempat sampah sementara.

“Kami memasang spanduk unik ini disepanjang jalan baru Karawang, jalan Interchange dan lampu merah Klari. Sebab disana sering dijadikan pelaku pembuang sampah sembarangan,” ujar Luky saat dihubungi, Minggu (11/10)

Diharapkan, dengan adanya spaduk ini, masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya. Sebab volume sampah di wilayah kota cukup banyak mencapai 1.000 ton per hari. Dari 1.000 ton volume sampah per hari yang tersimpan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) seluruh wilayah Karawang, sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jalupang hanya sekitar 400 ton per hari.

Akibatnya, lanjut Luky, terjadi penumpukan di TPS-TPS sampah sekitar Karawang. Bahkan, sampah tercecer hingga ke jalan atau saluran irigasi karena tidak tertampung di TPS. “Itu belum dihitung jika ada sampah yang berserakan di tempat sampah ilegal. Jadi kami berharap masyarakat bisa lebih tertib dalam membuang sampah agar tidak terlihat kumuh,” katanya.

Dijelaskan, sampah-sampah yang tersimpan di TPS tidak seluruhnya bisa diangkut ke TPA Jalupang, karena pihaknya hanya memiliki 65 truk sampah. “Untuk di wilayah perkotaan Karawang, kita tempatkan kendaraan paling banyak, sekitar 45 unit. Karena potensi sampah di kota paling banyak, dengan kapadatan penduduk yang tinggi dan lahan yang semakin terbatas,” katanya.

Belum lagi ada beberapa truk sampah yang mengalami kerusakan, kondisi itu membuat sampah di TPS semakin menumpuk.

Ia mengatakan jumlah kendaraan truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang yang hanya 65 unit itu tidak ideal. Sebab idealnya jumlah unit kendaraan yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah di Karawang mencapai 125 unit.

Atas hal itulah pihaknya mengandalkan jasa angkutan sampah yang dikelola swasta untuk membantu mengangkut sampah ke TPA sampah Jalupang.(use/vry)