Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Membawa Berkah Pedagang

RAUP UNTUNG: Amung melayani pembeli di sekitar Pantai Pakis, tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang. Pasalnya, banyaknya masyarakat yang ingin melihat secara langsung evakuasi puing-puing dan korban pesawat mendatangkan keuntungan tersendiri. Seperti yang dirasakan oleh pedagang bakso yang meraup keuntungan 2 kali lipat di sekitar pantai PakisJaya.

Tim gabungan pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjungpakis Karawang, yang ber posko di Pantai Tanjungpakis memperpanjang masa pencarian, hingga hari ke -9 tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI,Polri dan Stakholder lainnya yang terlibat dalam pencarian korban Lion Air JT 610 masih terus melakukan pencarian sepanjang garis pantai.

Beberapa pedagang keliling pun ikut meramaikan lokasi sekitar lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 , berbagai makanan dijajakan kepada pendatang yang ingin menonton proses evakuasi korban pesawat jatuh .Para pedagang yang datang, juga berasal dari luar kawasan Tanjungpakis ,Karawang.

Salah satunya, Amung (50), pedagang bakso keliling asal Tanjungmekar, Pakisjaya. Ia sengaja berdagang berkeliling menggunakan roda dua di pesisir pantai Tanjungpakis.

Ia bahkan telah telah berdagang sejak mulai adanya insiden pesat jatuh di perairan Tanjung Karawang. Ia sejak pagi sudah berada di lokasi banyaknya pengunjung akan untung besar.
“Sebelumnya hanya mengantongi uang hasil penjualan keliling Rp200 ribu,” ujar Amung, Selasa (6/11).

Amung mengatakan sejak insiden pesawat jatuh di sekitar pantai Tanjungpakis. Banyak pendatang yang ingin menonton proses evakuasi. Sehingga keuntungannya hasil berjualan bakso berlipat hingga 300 persen.

“Sejak pertama ramai dikunjungi wisatawan lokal yang datang hingga hari ke-9. Setiap hari tidak kurang dari 600 ribu hasil penjualan bakso,” katanya.

Satu porsi, ia jual dengan harga Rp10 ribu. Bagi Amung, ini merupakan berkah yang didapatnya. Karena sebelumnya penjualannya tak lebih dari Rp200 ribu per hari. “Berkah deh, sejak pertama hingga hari ini, pendapatan meningkat, ada saja rezekinya,” ujarnya.

Karena merasa mendapat berkah dengan meraup untung yang lumayan, Amung berencana bertahan berdagang di sekitar pantai Tanjungpakis. Alasannya, sejumlah petugas dan relawan evakuasi korban masih bertahan di lokasi. “Harapannya sih, pengunjung tetap ramai. Walaupun evakuasi sudah berakhir,” pungkasnya. (use/din)