Kecewa Tak Masuk DPT, Rahmat Wiguna Keluar dari Demokrat

KECEWA: Rahmat Wiguna memperlihatkan surat pengunduran dirinya dari Partai Demokrat. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Merasa kecewa gagal masuk Daftar Calon Tetap (DCT) DPRD Provinsi Jawa Barat, kader Partai Demokrat, Rahmat Wiguna memilih mundur. Ia mengaku kecewa, terlebih klarifikasi dari partai baru melalui telepon.

Rahmat Wiguna mengatakan, sebelumnya dijanjikan menggantikan salah satu bacaleg DPRD Jabar Daerah Pemilihan (Dapil) X Karawang-Purwakarta, Agus Arisriatna yang mundur dari Daftar Calon Sementara (DCS) dari Partai Demokrat nomor urut 7.

“Namun pas hari H (penetapan DCT), saya tidak masuk DCT (Daftar Calon Tetap) yang ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum). Saya kecewa,” katanya.

Padahal, kata dia, ia sudah melengkapi persyaratan administrasi. Selain itu, Agus Arisriatna sudah menyodorkan surat pengunduran diri tersebut.

“Akan tetapi saat penetapan DCT, yang tertera tetap nama Agus Arisriatna,” katanya.

Hingga saat ini, kata Rahmat Wiguna, belum ada konfirmasi resmi dari Partai Demokrat, khususnya Partai Demokrat Jawa Barat, perihal hal tersebut. Konfirmasi baru disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, Cellica Nurrachadiana, melalui telepon.

“Dia tidak berjanji sih. Tapi bilang sedang dibereskan. Beliau juga yang mengajak saya untuk nyaleg waktu itu,” katanya.

Padahal, tambahnya, ia sudah memenuhi persyaratan, sosialiasi masif, menyusun strategi pemenangan, membentuk tim pemenangan, dan terjun langsung ke masyarakat. Rahmat juga mengaku telah membuat berbagai atribut kampanye, di antaranya 10.000 ribu kartu nama, 17.000 stiker, 2.000 baju, 3.000 kerudung, ribuan gantungan kunci dan pin, ratusan spanduk, serta baliho. “Nilainya tidak bisa saya sebutkan,” tukasnya.

Berangkat dari kekecewaan itu, Rahmat Wiguna memilih mundur dari Partai Demokrat. Ia bergabung dengan Partai Demokrat pada 25 Juli 2018. Meski demikian, ia mengaku belum terpikirkan untuk bergabung dengan partai lain.

“Sementara saya ingin tenang dulu. Karena saya sangat terpukul secara pribadi. Soal suara yang sudah saya kantongi ada yang bilang dijual saja, tapi saya tidak bisa,” katanya.

Rahmat juga menyebut tak ada mahar kepada Partai Demokrat perihal pencalonan tersebut. “Tidak ada mahar karena saya diajak. Kalau ada mahar dari awal saya tidak minat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya hanya sebatas memberikan rekomendasi kepada DPD Partai Demokrat Jawa Barat.

“Setelah itu, DPD Partai Demokrat Jawa Barat dan si calon lah yang kemudian berkomunikasi mengurus persyaratan,” katanya.
Sedangkan terkait nama di DCT KPU yang masih tertera Agus Arisriatna, karena terbentur undang-undang. Hanya saja, ia mengaku akan membawa ke ranah Bawaslu.
“Sedang diupayakan ke Bawaslu,” kata Cellica.

Cellica juga mengakui dirinya yang mengajak Rahmat Wiguna untuk bergabung ke Partai Demokrat dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jawa Barat Dapil X Karawang Purwakarta menggantikan Agus Arisriatna.

“Memang saya yang mengajak, karena beliau punya potensi untuk menjadi calon legislatif,” tuturnya.(aef/din)