Lagi, Anggota KPPS Meninggal Dunia, Petugas Bekerja Keras hingga 24 Jam

DUKA: Ketua KPU Karawang saat memanjat doa dipusaran kuburan Agus anggota KPPS di TPS 38 Kelurahan Karawang Kulon, Karawang. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG– Agus Mulyadi (53) anggota KPPS di TPS 38 Kelurahan Karawang Kulon, Karawang meninggal dunia sekitar Pukul 19.00 wib, Sabtu (20/4). Ia menjadi orang yang meninggal dunia kedua kalinya setelah melaksanakan tugas sebagai KPPS.
Sebelum hari H, Rabu (17/4), Agus terjatuh di rumahnya dan mengalami cedera pada bagian punggung. Namun, sakit yang dideritanya tak ia rasakan dan ia enggan diganti menjadi anggota KPPS.

“Kami sempat tawarkan ke Pak Agus, untuk diganti. Tetapi beliau katakan jika dirinya masih sanggup untuk menyelesaikan tugasnya,” kata salah satu rekan anggota KPPS lainnya, Roni Juanda (55) usai pemakaman Agus, Minggu (21/4).

Di TPS Agus bertugas, terdapat 232 daftar pemilih tetap (DPT). Saat itu kondisi Agus memang masih kurang sehat, dari pembukaan TPS dibuka, Agus bekerja hingga Pukul 21.00 wib.
“Memang kondisinya sudah kurang sehat, tetapi Pak Agus tetap ingin menyelesaikan tugasnya. Hingga kami meminta agar ia beristirahat pada Pukul 21.00 wib,” katanya.

Akan tetapi, seusai pulang dari TPS, kondisi Agus kurang membaik dan memburuk. Hingga ia tutup usia dan harus meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anaknya.
“Pak Agus ini memang menjadi berpengalaman menjadi panitia KPPS. Ia sudah sering sekitar 3 sampai 4 kali,” katanya.
Lanjut Roni, Agus hanya bekerja serabutan dan istrinya ibu rumah tangga. Sedangkan anaknya masih menjadi tanggungan hanya tinggal satu orang yang masih duduk di sekolah menengah atas (SMA).

“Pemilu serentak, merupakan tugas yang paling berat. Dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Sebetulnya saya juga sedang sakit gagal ginjal dan harus menjalankan cuci darah. Tetapi demi mensukseskan pemilu kami siap karena kami ditunjuk untuk menjalankan tugas negara,” katanya.
Tetapi Roni akui, jika dirinya merasa kapok dengan sistem pemilu saat ini. Pekerjaan berat mereka tidak sebanding dengan honor yang diberikan.

BACA JUGA:  1.400 Personel TNI-Polri Digeser ke TPS

Kehilangan anggota KPPS, meyebabkan duka mendalam bagi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Miftah Farid.
“Kami KPU Karawang mengucapkan duka yang mendalam. Saat ini sudah ada dua anggota KPPS yang meninggal seusai menuntaskan tugasnya dalam pemilu,” katanya.

Miftah mengakui jika saat bertugas kondisi Agus memang telah sakit. “Saya memang mendengar kabar tadi dari rekannya, jika beliau ini memang kondisinya tengah menurun. Tetapi beliau tetap ingin menyelesaikan tugasnya sampai akhir,” kata Miftah.
Ia mengakui beban pemilu serentak bagi anggota KPPS ini sangatlah berat. Pasalnya, mereka harus bekerja keras hingga 24 jam untuk menghitung surat suara. Ditambah dengan adanya tekanan mental.

“Kami akan memberikan laporan-laporan. Untuk menjadi bahan evaluasi ke KPU RI. Tanpa KPPS, KPU RI tidak mungkin bisa menyelesaikan tugasnya dalam menghitung suara,” katanya.
Beberapa evaluasi yang akan KPU laporkan adalah mengenai honor mereka yang masih terlalu kecil, jaminan asuransi jiwa harus dimiliki oleh seluruh petugas pemilu.

“Saat ini honor yang mereka terima hanya Rp500 ribu. Kemudian tidak adanya asuransi untuk mereka. Kami akan sampaikan laporan-laporan ini, agar menjadi bahan pertimbangan untuk pemangku kepentingan mengambil kebijakan,” katanya. (aef/ded)