Petahana Masih Galau Tentukan Pasangan

PREDIKSI: Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), Endang Ayat memprediksi jalanya pilkada karawang akan ketat. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Jelang Pilkada 2020, media sosial diramaikan oleh ‘perang psikologi’ klaim kemenangan salah satu bakal calon bupati. Kendati sampai saat ini semua bakal calon bupati dari partai politik belum mendeklarasikan pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), Endang Ayat mengatakan, calon petahana baik Cellica maupun Jimmy terlihat galau dalam menentukan pasangannya sebagai calon wakil bupati. Kendati ada dua perbedaan cara pendekatan Cellica dan Jimmy dalam mencari calon wakilnya. “Bahkan tidak ada partai koalisi yang melakukan deklarasi cabup dan cawabup secara terang-terangan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini malah diramaikan di media sosial tentang klaim salah satu calon yang dilihat elekabilitasnya dari hasil survey yang paling tinggi adalah Cellica Nurrachadiana yang merupakan petahana. Padahal pemilihan baru dilakukan pada bulan September 2020.

“Hasil survey itu bukan hasil akhir, sebab politik itu dinamis. Namun ketika ramai di media sosial khususnya facebook itu merupakan strategi perang psikologi saja agar lawan politik merasa kecil ketika berkontestasi dalam pilkada,” katanya.

Dikatakan, kendati hasil survey tertinggai, Cellica juga tampak masih galau untuk menentukan pasangan calon wakil bupatinya. Sebab, Cellica masih menawarkan calon wakilnya untuk menutupi kekurangannya khususnya untuk jaringan sosial dan juga logistiknya.

Cellica sudah berkuasa selama lima tahun, lanjutnya, untuk bersosialisasi. Tentu jauh berbeda dengan cara menilai kita terhadap figur-figur yang muncul berkampanye dengan waktu relatif pendek.

“Prediksi angka 50% Cellica yang dirilis salahsatu lembaga survei, sangatlah jauh dari harapan, karena angka tersebut diperkirakan stagnan bahkan secara bertahap bakal mengalami penurunan seiring dengan massif-nya calon-calon penantang, juga record kinerjanya yang tidak terlalu memuaskan publik,” paparnya.

Ia menilai setidaknya sampai pertengahan bulan Januari. PKB yang dulu bareng, detik ini dipastikan cerai muda karena mengusung kader internalnya. PAN yang di Pilkada 2015 mengambil start awal deklarasi dukungan ke Cellica, hari ini masih terlihat dingin dan bergerilya mencari figur alternatif. Lalu PKS dengan gerbong pendukung militannya terlihat masih tarik ulur membuat pancingan dan syarat dukungan.
“Simpelnya mereka bisa kembali mendukung cellica, asal cawabup-nya adalah kader dari rekomendasi PKS. Demikian pula dengan PPP. Langkahnya hampir serupa dengan PAN, semaksimal mungkin mencari figur-figur baru untuk diusung dan dimenangkan,” jelasnya.

Bahkan, kata Endang, perkembangan terhangat yakni kemunculan orang-orang dekat cellica yang kemudian tanpa diduga berani deklarasi berseberangan untuk melawan Cellica. Seperti Yesi dan Jenal Arifin yang notabene merupakam pengurus Partai Demokrat Karawang.

Terlepas apapun motivasi sebenarnya, namun gejala ini diprediksi akan banyak menggerus konsentrasi dan energi Cellica, baik itu dalam hal membentengi issue yang nanti akan diekploitasi oleh orang dekat tersebut, maupun menjaga migrasi basis pemilihnya.

Pilkada Karawang yang menurut beberapa pihak sudah bisa dipastikan pemenangnya, justru menurut analisa KBC akan berjalan lebih seru dibandingkan dengan Pilkada periode lalu. “Alasannya karena Cellica itu hanya sosok yang kuat dalam bayangan, padahal sebenarnya Cellica lebih rapuh dari sarang laba-laba,” pungkasnya. (use/ded)