Petaka Tiup Lilin, 40 Orang Langsung Positif Covid-19

KARAWANG-Ulang tahun hari yang menyenangkan malah berujung petaka. Sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif setelah seorang positif Covid-19 meniup lilin kue ulang tahun. Kue itu pun dimakan oleh mereka yang hadir dalam acara ulang tahun.

“Empat puluh orang itu berasal dari klaster ulang tahun komunitas tari,” ungkap Sekda Karawang, Acep Jamhuri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/11).

Dia mengungkapkan, dalam acara ulang tahun itu, puluhan orang berkerumun. Seorang positif covid, kemudian meniup lilin kue tart yang dikelilingi para peserta pesta.

“Droplet orang positif itu menyebar ke kue tart. Kuenya dimakan peserta pesta dan mereka bernyanyi bersama. Itu yang membuat pesta ultah menjadi klaster,” kata Acep.

Acep menyayangkan adanya acara perayaan ulang tahun tersebut. Terlebih, kata Acep, salahsatu penyelenggara adalah orang yang bekerja di salah satu puskesmas wilayah Karawang Barat.

“Kedisiplinan berarti longgar. Sangat disayangkan. Evaluasi kami. Satgas diharap jangan gampang memberikan izin terhadap acara kumpul-kumpul. Meski pemohon acara mengklaim bakal menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Saat ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karawang terus meningkat signifikan. Akhirnya, status zona merah kembali ditetapkan.

Selain itu, ruang-ruang isolasi untuk pasien Covid-19 sudah penuh, sehingga Pemkab Karawang sudah mempersiapkan menyewa hotel untuk merawat pasien baru.

“Kita sudah komunikasi dengan Hotel Prime di Cikampek untuk merawat pasien positif corona, karena rumah sakit sudah penuh. Kalau tak ada pasien sembuh yang keluar. Khawatir pasien tak tertampung,” ungkapnya.

Lantaran penurunan tak signifikan, pemkab akan menambah sejumlah ruangan baru untuk tempat isolasi.

“Selain hotel, kita juga menyiapkan ruangan di Balai Latihan Kerja Disnaker. Kita juga sudah siapkan 6 rumah isolasi di dekat rumah sakit khusus paru-paru,” ujarnya.

Acep menuturkan, lantaran penambahan pasien terus terjadi, Pemkab Karawang sampai keteteran dalam menanganinya.

“Anggaran pemda untuk menangani Covid-19 juga makin menipis. Kita sudah mulai keteteran. Makanya kami  minta, semua mandiri lah, swab mandiri tes mandiri. Kalau semua dihandel pemerintah tidak akan tercover,” kata Acep.

Untuk melacak pasien pun, kata Acep, pemkab sudah keteteran. Idealnya, kata dia, dalam sepekan bisa melakukan tes kepada 1.500 orang.

“Tapi sayangnya kita tak bisa kejar target itu. Sepekan paling 1.200 orang. Alhasil kita perlu alat PCR tambahan di Karawang,” ujar Acep.(aef/ysp)