PT Surya Ticon Internusa Buka Kawasan Industri Suryacipta

OPENING: Sejumlah petinggi PT SSIA resmi membuka kawasan industri Suryacipta.

KARAWANG-PT Surya Ticon Internusa (SLP) dan anak perusahaanya PT SLP Internusa Karawang (SLPIK) menggelar opening ceremony di Blok C Suryacipta Technopark, bagian dari Kawasan Industri Suryacipta Karawang Timur, Jawa Barat.
Kedua perusahaan tersebut, entitas anak PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), yang merupakan hasil Joint Venture dengan Mitsui & Co., Ltd. (Mitsui) dan Frasers Property (Thailand) Public Company Limited. (Frasers) (sebelumnya Ticon Industrial Connection Plc.).

Fasilitas yang baru dibuka ini sudah terisi oleh standby tenant. Acara dihadiri Wakil Presiden Direktur SSIA – Eddy Purwana Wikanta, Presiden Direktur PT Mitsui Indonesia – Motoaki Uno, Presiden Frasers Property (Thailand) Plc. – Sopon Racharaksa.
Eddy Purwana Wikanta mengaku bangga dapat melakukan opening ceremony Block C pada hari ini. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan standby tenant yang telah memilih kawasan pergudangan SLP sebagai lokasi berbisnis. “Keputusan yang diambil untuk memilih kawasan pergudangan SLP sangatlah tepat, mengingat kelengkapan fasilitas yang disediakan oleh pengelola kawasan,” katanya.

Eddy menambahkan, SLP memiliki fasilitas pergudangan modern pertama di Indonesia dan berkualitas standar internasional, serta menawarkan fasilitas pergudangan modern dan ready built factory for rent. Saat ini, SLP Karawang telah dilengkapi dengan CCTV yang beroperasi 24 jam, secure pass cards, lampu penerangan jalan tenaga surya, instalasi pemadam kebakaran, serta tenaga listrik cadangan. “Tenant dapat menjalankan bisnis dengan lebih aman, lebih efektif, dan lebih efisien,” katanya.
SLP Karawang yang berada di kawasan industri Suryacipta ini memiliki total luas lahan mencapai 22 hektare dan merupakan cluster persewaan gudang dan pabrik siap pakai di Indonesia dengan luas bangunan total mencapai 128.566 m2 (45 unit modern warehouse). Saat ini, jumlah lahan yang telah digunakan sebesar 160.255 m2 atau sekitar 73 persen dari total keseluruhan lahan.

BACA JUGA:  Apindo Minta Korban Lapor Polisi

“Kami optimistis bisnis persewaan gudang dan fasilitas pabrik siap pakai yang kami lakukan akan terus bertumbuh di masa datang. Pertumbuhan tersebut tak lepas dari pembangunan infrastruktur yang begitu pesat seperti bertambahnya akses jalan, pelabuhan dan bandara. Selain itu, pertumbuhan bisnis e-commerce dan logistik di Indonesia juga mendorong permintaan akan fasilitas pergudangan dengan fasilitas yang lengkap serta memiliki konektivitas dengan pelabuhan, bandara dan jalan tol,” ujar Eddy.(ddy/vry)