Setelah Mediasi, Warga Akhirnya Bisa Melintas

MEDIASI: Pertamina EP, Camat Karawang Timur, Indira Residence, Palumbon Tessa dan Indo Alam Resindence, Desa Tegalsawah melakukan mediasi di di ruang rapat Wakil Bulati Karawang, Senin (25/3). USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

Ditutup Pertamina, Dimediasi Wabup

KARAWANG-Setelah melalui mediasi yang difasilitasi oleh Wakil Bupati Karawang, Ahmad Jamaksyari jalan yang sebelumnya ditutup oleh pertamina bagi akses tiga perumahan di Desa Tegalsawah Kecamatan Karawang Timur diperbolehkan melintas.
Namun, pihak pengembang perumahan dan warga tetap harus memenuhi ketentuan yang sudah disepakati dalam rapat yang dilakukan di ruang rapat Wakil Bupati Karawang, Senin (25/3).
Pertemuan diikuti oleh perwakilan Pertamina EP, Camat Karawang Timur, Indira Residence, Palumbon Tessa dan Indo Alam Resindence, Desa Tegalsawah,Kapolsek.

Camat Karawang Timur, Eli Laeli mengatakan pertemuan ini diharapkan supaya ada solusi terbaik untuk semua pihak, sebab dalam persoalan ini tidak ada yang salah namun persoalannya hanya karena masyarakat sudah merasa nyaman untuk melintas di jalan yang sudah dibuat pertamina tersebut.

“Ada Ketua RW menghadap saya untuk mempertanyakan persoalan ini. namun saya memberi tahu bahwa belum ada kesepakatan, sebab rapatnya baru mau dimulai hari ini,” ucap Eli.

Dikatakan Eli, dalam rapat dijelaskan bahwa kedua perumahan yaitu Indira Residence dan Indo Alam Residence sepakat membuka akses jalan baru atau akses jalan sendiri di luar jalan yang sudah dibuat Pertamina. Namun untuk perumahan Palumbon Tessa, pihak perumahan mengaku jika sebenarnya sudah membuat akses jalan baru.

Jaraknya yang dianggap terlalu jauh, warga tetap kekeuh melintasi jalan Pertamina. “Akses jalan baru sudah kami siapkan juga ada jembatan, kami beritahu kepada masyarakat. Hanya saja masih ada persoalannya dan warga kekeuh masih lewat sana (jalan pertamina),” ucap perwakilan dari manajemen perumahan Palumbon Tessa.

Sementara itu, perwakilan dari Manajemen Pertamina EP Retno mengatakan dalam rapat tesebut, bahwa pertamina di Tegalsawah sudah ada sebelum adanya perumahan. Larangan warga tidak boleh melintas di jalan tersebut adalah untuk alasan safety atau keselamatan warga sendiri. Karena di beberapa titik jalan tersebut ada pipa pertamina bertegangan tinggi yang tidak boleh terganggu.

BACA JUGA:  Warga Minta Pengganti Jalan Desa Gempol Segera Dibangun

“Warga tidak boleh melintas di sana, sebab kami membangun dan menanam pipa tekanan tinggi di jalan tersebut. Ini demi keamanan warga, Apalagi setiap 3 tahun sekali kami harus cek pipa atau bisa ganti pipa. Di khwatirkan kalau di sana dijadikan akses jalan bisa berbahaya bagi masyarakat. Apalagi kalau ada bangunan lain di sana, ini akan tambah merepotkan kami,” katanya.

“Selain demi keamanan kita juga kwatir saat aktivitas mobil pertamina yang padat kendaraan yang melintas tersenggol dan menyebabkan kecelakaan dengan masyarakat. yang disalahkan kami-kami juga dari pertamina,” kata Retno.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari mempertegas sebab dari kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah. “Kalau situasinya seperti ini, mau tidak mau saya harus ambil ketegasan. Saya mohon maaf, apabila tidak ada ketegasan rapatnya gak bakal ada kesimpulan,” kata pria yang akrab disapa Jimmy itu.

Akhirnya, Jimmy memutuskan untuk pihak Pertamina EP agar tetap membuka akses jalannya agar warga bisa melintas, khususnya warga Perumahan Palumbon Tessa yang aksesnya berdekatan dengan jalan pertamina. Namun ada beberapa ketentuan seperti pertama, akses jalan hanya boleh dilintasi pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat yang merupakan kendaraan pribadi yang tidak memiliki tonase lebih.

Kedua, pihak pertamina berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait persoalan ini untuk mendapatkan proses pengawalan. Ketiga, pertamina membuat rambu-rambu berbahaya di setiap titik yang tidak boleh dilintasi warga karena alasan safety. Keempat, pemerintahan kecamatan dan pemerintahan desa setempat tidak lagi memberikan izin kepada developer lain untuk membangun perumahan di sekitar wilayah pertamina.

“Mohon nanti disosialisasikan. Pak Wakapolsek, Pak Danramil, Ibu Camat dan Pak Kades mohon dikawal dan disosialisasikan kepada warga,” tandasnya. (use/ded)