Stok Darah di PMI Karawang Makin Menipis

DONOR : keluarga pasien sedang mendonorkan darahnya ke PMI Karawang setelah melewati prorokol agar penyebaran covid-19 dilewati di PMI Karawang. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

Minat Donor Menurun setelah Kebijakan Physicial Distancing

KARAWANG-Seluruh masyarakat Indonesia kini menerapkan jaga jarak fisik (physicial distancing) dan kerja di rumah (work from home) sebagai upaya menekan risiko penyebaran virus corona. Namun hal tersebut berimbas pada berkurangnya minat donor di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karawang.

Tercatat jumlah pendonor darah hampir 80 persen berkurang, sementara kebutuhan tak berkurang setiap harinya. “Semenjak wabah covid-19 ini semakin bertambah, berimbas pada para pendonor darah hampir 80 persen,” ujar Kabag Administrasi Umum PMI Kabupaten Karawang, Bonan Sanggabuana, Rabu (8/4).

Dikatakan, berkurangnya pendonor karena instansi yang rutin mendonorkan darahnya seperti pabrik-pabrik membatalkan agenda donor darahnya karena penyebaran covid-19. Akibatnya, stok darah di PMI jadi menurun, meskipun pihaknya memaklumi hal itu karena adanya intruksi dari pemerintah pusat agar tidak berkerumun dan lebih banyak di rumah.

“Untuk masyarakat yang membutuhkan darah, kita meminta rumah sakit agar meminta keluarga pasien langsung mendonorkan darahnya langsung ke PMI,” katanya.

Pelayanan donor darah dibuka selama 24 jam

Dijelaskan, pihaknya juga meminta agar masyarakat yang biasa mendonorkan untuk datang ke PMI agar mendonorkan darahnya. Bahkan pelayanan donor darah dibuka selama 24 jam, hal itu untuk memenuhi kebutuhan darah yang stoknya semakin menipis.

Untuk menghindari penularan virus corona, lanjut Bonan, pihaknya juga menerapkan protokol penerimaan orang, mulai dari pembatasan pendonor diruangan donor darah, jaga jarak satu dengan yang lain sampai menyiapkan tempat cuci tangan sebelum masuk ke gedung PMI.

Bonan mengaku kebingungan ketika ditanya stok darah. Sebab bisa dibilang tidak ada stok yang tersedia. Meskipun ada, dalam sehari pasti diminta oleh rumah sakit. “Jadi ketika ada pendonor, darahnya tak lama pasti luar karena dibutuhkan oleh pasien,” jelasnya.

Kendati sudah ada mitra kerja PMI, kata Bonan, khususnya dari TNI dan saat ini pihaknya sedang menunggu jadwal dari kepolisian untuk mendonorkan darahnya. Namun itu juga tidak bisa dijadikan stok darah di PMI, sebab ketika sudah datang habis lagi.

Bonan berharap agar masyarakat yang biasa mendonorkan darahnya dan dalam kondisi sehat agar datang ke kantor PMI Karawang untuk mendonorkan darahnya. (use/ded)