Sudah 2 Tahun, Pelaku Penembakan Belum Tertangkap

MASIH TRAUMA: Ratnasari Dewi menjelaskan peristiwa jelang kasus penembakan ayahnya saat ditemui di rumahnya, Senin (17/9). AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Keluarga Cahyadi Susanto alias Haji Aming, korban penembakan orang misterius di Kampung Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, berharap polisi segera menangkap pelaku. Pasalnya, kasus penembakan yang terjadi pada 2016 itu hingga saat ini pelakunya belum tertangkap.

“Saya berharap kasus ini bisa ungkap, karena ini urusan nyawa. Kami tidak akan puas kalau pelakunya masih berkeliaran sampai saat ini. Sampai mati pun saya masih tetep cari itu pelaku dan kita tidak akan menyerah,” ujar Ratnasari Dewi, 38, anak pertama korban saat ditemui di rumahnya, Senin (17/9).

Meski pembunuhan itu terjadi sekitar dua tahun lalu, Dewi mengaku masih mengalami trauma hingga saat ini. Apalagi, peristiwa memilukan itu terjadi saat keluarga menunggu korban pulang untuk makan malam bersama.

Dewi bercerita, ayahnya ditembak tak lama setelah mereka berbincang melalui telepon untuk janjian makan malam bersama keluarga. Tapi makan-makan itu tidak pernah terjadi. Dewi pun tak menyangka jika saat itu adalah terakhir kalinya ia mendengar suara ayahnya.

“Jadi pas papa baru nutup telepon, dia naik ke atas mobil. Terus langsung ditembak, jadi orang terakhir yang dihubungi beliau adalah saya. Saya tidak menyangka itu terakhir kalinya mendengar suara papa,” tutur Dewi yang nampak sedih dan berlinang air mata.

Setelah menutup telepon, Dewi lalu duduk di meja makan. Sekitar satu menit kemudian, ia mendapat panggilan telepon dari saudaranya. “Om saya telepon. Sambil teriak – teriak ngasih tahu saya kalau papa ditembak. Mendengar itu, saya langsung pingsan di tempat,” tutur dia.

Cahyadi Susanto alias Haji Aming ditembak pada Minggu malam (10/1) tahun 2006. Ia dieksekusi saat menyalakan mobilnya untuk berangkat pulang. Seorang pria misterius lalu mendekati mobil Mitsubisi Pajero B 701 AMG.

Dari jarak dekat, pria tersebut melepas dua tembakan dari arah depan mobil warna hitam tersebut. Tembakan pertama menembus kaca mobil kemudian mengenai tangan kanan dan peluru pun bersarang di dada sebelah kiri korban. “Papa ditembak tepat di jantungnya,” kata Dewi.

Dewi berharap, pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku. Ia menyatakan selama dua tahun ini, selalu minta atensi kepada Kapolres maupun Kasatreskrim Polres Karawang.

“Kasus ini masih berjalan, saya masih follow up, cuma masih belum ada titik terang. Saya selalu sowan dengan kasatreskrim maupun kapolres untuk meminta atensi,” tutur Dewi.

Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya menyatakan kasus tersebut tidak jalan ditempat. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. “Kasusnya masih berjalan. Untuk kasus ini, kita juga dibackup Polda Jabar. Kita sudah melakukan penyelidikan sesuai prosedur,” kata Kapolres Slamet, Senin (17/9).

Cahyadi Susanto alias Haji Aming ditembak di pangkalan dump truck miliknya. Pengusaha jasa transportasi itu tewas seketika setelah ditembak peluru organik.

Usai ditembak, pelaku langsung kabur ke arah pusat kota Kabupaten Karawang bersama seorang temannya dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek, Yamaha Jupiter.
Dari hasil olah TKP, polisi mendapatkan barang bukti berupa dua butir selongsong peluru dan dua lubang di bagian kaca depan mobil.(aef/din)