Terminal Tanjungpura Makin Kumuh

KUMUH: para Pedagang Kaki Lima mendirikan bangunan semi permanen di atas trotoal sekitar terminal Tanjungpura. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang yang mencapai Rp4 Triliun, nyatanya belum mampu mengubah Karawang sebagai kota yang cantik. Gerbang Karawang, dan daerah sekitar Terminal Tanjungpura yang berbatasn dengan Kabupaten Bekasi, nampak kumuh lantaran dijadikan tempat berjualan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Terminal Tanjungpura lokasinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Sepanjang trotoar di Terminal Tanjungpura, puluhan bangunan PKL berdiri. Ada yang berjualan nasi dan lauk pauknya, rokok, kopi dan mie instan, bensin eceran, tambal ban, mie ayam, bakso dan ada juga es kelapa. Para PKL itu mendirikan lapak bangunan tepat di atas trotoar. Para pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan.

BACA JUGA:  Pemkab Karawang Bagikan 38.700 Masker Cegah Penularan Covid-19

“Agak haran juga sih, berdagang di atas trotoar namun didiamkan saja oleh pemerintah. Kami para pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan, takut juga sih terserempet atau bahkan tertabrak kendaraan. Ya, saya merasa hak pejalan kaki dirampas PKL, dan pemerintah hanya diam dengan kondisi tersebut, dan ini sudah terjadi sangat lama,” tutur warga pejalan kaki, Dede (25).