Klaim Penyaluran Bansos Hampir Satu Juta Paket

BERIKAN DATA: Daud Achmad saat menyampaikan progres penyaluran data bansos bagi warga terdampak korona di kantor Bulog, kemarin (5/6).

BANDUNG – Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Divre Jabar, Lilik Nurcholiq menyebutkan, sampai detik ini Bantuan Sosial (Bansos) Gubernur Jawa Barat tahap satu baru tersalurkan diangka 946 ribu paket atau hampir satu juta paket.

“Sampai dengan saat ini sudah tersalurkan 946 ribu paket bantuan (hampir satu juta paket), sisanya masih dalam proses untuk pengepakan dan penyaluran ke PT Pos,” kata Lilik di Gudang Bulog Jabar, Kota Bandung, Jumat (5/6).

Menurutnya, dalam satu satu paket ini terdiri beberapa item salahsatunya beras, mie instan, sarden, vitamin c, terigu dan gula. Sehingga, kata dia, bahan-bahan yang disalurkan merupakan bahan yang ada di Jabar.

“Kita melakukan pengadaan dari seluruh Jawa Barat. Jadi artinya semua komoditas yang ada dibantuan itu merupakan hasil pengadaan dari Jabar sendiri, lalu disalurkan ke rumah tangga sasaran oleh PT Pos,” katanya.

Diakuinya, selama penyaluran bansos sejak bulan Mei sampai sekarang tidak mengalami kendala. Sebab, kata dia, pihaknya bersama PT Pos terus bekerjasama dalam penyaluran bantuan ini kepada masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, Kepala Regional 5 Jabar Banten PT Pos Indonesia, Helly Siti Halimah, mengaku  sangat bergantung pada paket yang dikirim dari Bulog Jabar. Sebab, sejauh ini, PT Pos Indonesia menyiapkan 472 gudang sebagai tempat penampungan kiriman paket dari Bulog Jabar.

Menurutnya, dalam proses pengiriman ke KRTS, PT Pos Indonesia bekerja sama dengan instansi lainnya seperti ojek online hingga aparat setempat. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses dan ketepatan dalam distribusi paket bantuan. Dia tak menyebutkan ada atau tidaknya kendala dalam proses pendistribusian sejauh ini.

“Kami sudah menyiapkan 472 gudang untuk menerima dropping dari Bulog dan siap untuk disalurkan kepada KRTS untuk yang non-DTKS,” papar dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pemprov Jabar, Daud Achmad menjelaskan, warga Jabar kini dapat mengecek daftar warga yang bakal menerima bantuan melalui aplikasi PIKOBAR. Hal itu dimaksudkan sebagai transparansi dalam proses pendataan.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat fitur baru yang diberi nama Solidaritas atau Sistem Online Data Penerima Bantuan Sosial. Selain melakukan pengecekan, warga diharapkan melapor apabila ada warga yang terdaftar namun termasuk mampu secara finansial.

“Nanti masyarakat bisa mengecek kalau ada masyarakat yang tidak layak untuk menerima misalnya dia orang mampu, silahkan dilaporkan. Bantu kami untuk bisa menemukan data seperti itu,” tegas dia.

“Jadi kami di gugus tugas berkomitmen untuk tetap transparan dan kami juga akuntabel dalam melaksanakan tugas di gugus tugas ini,” pungkasnya. (rls)