Masa Transisi AKB di KBB, Gubernur Jabar Minta Pasar Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

LEMBANG – Memasuki era new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pengelola dan pengunjung pasar tradisional terus menerapkan protokol kesehatan.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan bila perlu pemerintah daerah rutin melakukan sidak pasar dan mengintensifkan pelaksanaan rapid test terhadap pengunjung dan pedagang.

Hal tersebut disampaikan Kang Emil usai melakulan pengecekan penerapan protokol kesehatan di Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada hari ke dua penerapan AKB, Minggu (14/6).

“Saya titip ke Pak Bupati KBB, sebulan atau dua minggu sekali pasar disidak dengan rapid test supaya tidak kecolongan. Selain wajib terus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Kang Emil.

Dirinya menilai hampir 100 persen pengunjung pasar telah sadar mengenakan masker. Tinggal masyarakat dilengkapi sarung tangan untuk menghindari penularan COVID-19 dari uang yang digunakan saat transaksi jual beli.

“Pakai sarung tangan karena ada serah terima uang. Mushola pasarnya juga belum diatur tadi, tinggal diatur pakai selotip untuk menjaga jarak antar shaf,” jelasnya.

Selain mengecek pasar tradisional, Kang Emil beserta istri juga melakukan pengecekan protokol kesehatan yang dilakukan pengelola objek wisata di Lembang setelah resmi dibuka lagi sejak Sabtu (13/6).

“Tadi sempat cek objek wisata The Lodge dan Farmhouse, sudah bagus dalam penerapan protokol kesehatan. Pengunjung luar Jawa Barat pun sudah diputarbalikkan, karena memang belum kita izinkan,” terangnya.

Sementara terkait restoran, ia mengingatkan agar pengelola restoran maupun rumah makan melakukan pembatasan kunjungan hanya 30 persen. Selain itu, tempat duduk pengunjung harus diselang-seling.

“Restoran tidak boleh penuh 100 persen, maksimal 30 persen. Jadi kalau sudah penuh, ditutup dulu. Nanti setelah ada yang pulang baru boleh masuk lagi, jadi sistemnya waiting list,” bebernya. (rls)

BACA JUGA:  Gubernur Jabar Lantik Daud Achmad sebagai Widyaiswara Ahli Utama