PEMULIHAN EKONOMI Jabar Genjot Daya Beli dan Pengeluaran Pemerintahan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kick off West Java Economic Society (WJES) 2021 dan Road to Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (23/8/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kick off West Java Economic Society (WJES) 2021 dan Road to Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (23/8/2021). (Foto: Yogi P/Biro Adpim Jabar)

KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan tengah menyiapkan strategi pemulihan ekonomi di Jabar melalui peningkatan daya beli masyarakat dan pengeluaran pemerintah (government spending).

Apabila dua strategi tersebut terealisasi dalam waktu dekat, kata Gubernur, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik. Seperti halnya investasi dan eskpor di Jabar yang menjadi nomor satu di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Gubernur saat kick off West Java Economic Society (WJES) 2021 dan Road to Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (23/8/2021).

Dalam acara tersebut, gubernur meminta para ekonom membantu merumuskan strategi tepat sasaran. Tujuannya agar dua strategi yang bakal mengaktivasi mesin-mesin ekonomi berjalan lancar.

“Mudah-mudahan strategi ini mendapatkan penguatan dari para ahli ekonomi. Apalagi Pemda Provinsi Jabar selalu mengedepankan kolaborasi dan inovasi,” kata kang Emil – sapaan akrab Ridwan Kamil.

Kang Emil mengakui penerapan PPKM level 4 aktivitas ekonomi tersendat. Namun kabar baiknya penurunan kasus menurun dan semakin membaik. “Alhamdulillah COVID-19 sudah terkendali tinggal ekonomi bangkit dan melompat,” imbuhnya.

Berkat keberhasilan penerapan PPKM level 4. Ia menuturkan mesin perekonomian di Jabar sudah bergerak lebih cepat. “Dalam perspektif ekonomi hari hari ini saya laporkan keretanya sudah bergerak lebih cepat lagi,” ujarnya.

“Sudah tidak ada lagi zona merah yang menandakan ekonomi Jawa barat siap bergerak lagi,” tambahnya.