Peserta CPNS dan PPPK Non Guru Kabupaten Bandung Barat Agar Tak Mudah Percaya Oknum

HUMAS SETDA KBB PANTAU LANGSUNG: Ketua Panitia Seleksi Daerah (Panselda) KBB, Asep Sodikin memantau langsung regsitrasi peserta CASN pada seleksi tahap pertama di Politeknik Bandung Parongpong, Senin (4/10).

PARONGPONG-Para peserta tes Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk CPNS dan PPPK Non Guru Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta untuk tidak mudah percaya terhadap orang atau oknum yang mengiming-imingi mampu meloloskan peserta pada tes tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Seleksi Daerah (Panselda) KBB, Asep Sodikin pada seleksi tahap pertama di Politeknik Bandung (Polban) Parongpong, Senin (4/10).

Menurutnya, sistem dalam tes CASN untuk CPNS dan PPPK non guru tersebut tidak bisa diintervensi oleh siapapun. “Karena secara sistem tidak bisa diintervensi oleh siapapun termasuk oleh para pejabat tertentu. Jadi jika ada yang mengiming-imingi kelulusan itu bohong,” tegasnya.

Dia menyebut jumlah keseluruhan peserta ujian untuk formasi CPNS dan PPPK Non Guru di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 2.018 orang. “Totalnya 2.018 orang. Sementara itu, sebanyak 176 orang mengikuti tes di luar Kabupaten Bandung Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, animo pendaftar terhadap pelaksanaan tes CASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang masuk melalui portal SSCASN BKN. “Memang formasi dari Pemerintah Pusat di KBB ini ada 113 orang untuk CPNS dan PPPK 101 orang. Pendaftar yang dinyatakan lolos administrasi itu ada 2.018 orang dan sebenarnya yang mendaftar lebih dari itu,” katanya.

Asep menyebut, dalam pelaksanaan tes CASN pada hari pertama berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut terlihat dari para peserta yang mengikuti tes ini dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. “Pada pelaksanaan hari pertama dibagi dalam dua sesi dan pada setiap sesi itu diikuti oleh 200 orang. Dan kita melaksanakan tes CPNS ini di tempat yang representatif dan nyaman bagi para peserta,” katanya.

BACA JUGA:  Sembilan Prioritas Pembangunan Jawa Barat pada 2020

Dia berharap para peserta yang lolos dalam tes CASN tersebut merupakan putera puteri terbaik yang mampu berkontribusi positif untuk kemajuan Kabupaten Bandung Barat dan mampu melayani masyarakat dengan baik. “Pelaksanaan tes ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dan sangat akuntabel sekali serta kualitas tes nya pun cukup baik serta by sistem,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Kantor Regional 3 Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jabar, Tauchid Djatmiko mengungkapkan, persiapan pelaksanaan tes CASN di KBB tersebut cukup matang. ”Kita persiapkan seleksi ini bersama-sama dari awal. Sebulan lalu kita sudah koordimasi untuk menentukan lokasi. Dan beberapa kriteria, Polban yang memenuhi persyaratan,” katanya.

Untuk pelaksanaan tes CASN kali ini, pihaknya melibatkan Satgas Covid-19 pula, agar pelaksanaan tes memenuhi protocol kesehatan (prokes). Selain itu, panitia melakukan pengecekan mulai dari jaringan listrik, hingga jaringan internet. “Kita harus memastikan, pada pelaksanaannya benar-benar memenuhi prokes dan nggak ada masalah lainnya,” ujarnya.(sep)