PKA BPSDM Jabar: Sekda Minta Para Peserta Jaga Orisinalitas Proper

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja menghadiri upacara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I & II Tahun 2020 di Aula Twin Tower Gedung BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa (10/3/20). (Foto: Tatang/Humas Jabar)

KOTA CIMAHI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja menghadiri upacara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I & II Tahun 2020 di Aula Twin Tower Gedung BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa (10/3/20).

Menurut Setiawan, PKA yang sebelumnya bernama pendidikan dan pelatihan (diklat) kepemimpinan (pim) III ini merupakan agenda yang penting karena kepemimpinan merupakan salah satu kompetensi yang dibutuhkan saat ini dan ke depannya.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada teman-teman BPSDM untuk memanfaatkan momen ini, terutama dalam pengajaran dan pemberian proper (proyek perubahan),” ucap Setiawan.

“Ini kesempatan melatih, menempa, calon-calon pemimpin masa depan yang sebentar lagi menjadi jabatan pimpinan tinggi pratama,” tambahnya.

Selain kepemimpinan, Setiawan berujar tiga kemampuan lain yang dibutuhkan adalah kemampuan komunikasi dan negosiasi, mengembangkan teknologi informasi (IT), serta berpikir kritis.

Adapun PKA Angkatan I dan II Tahun 2020 di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar ini diikuti 30 peserta dari masing-masing angkatan. Total 60 peserta itu berasal dari 13 kabupaten/kota di Jabar dan dua kabupaten di luar Jabar.

Rinciannya, sebanyak sembilan orang berasal dari Kab. Sumedang, 10 orang dari Kab. Bekasi, Kab. Pangandaran (3 orang), Kab. Kuningan (3), Kab. Sukabumi (4), Kab. Cirebon (2), Kab. Bandung (1), Kab. Lebong Bengkulu (1), Kab. Belitung Timur Bangka Belitung (2), Kab. Purwakarta (3), Kota Depok (2), Kota Bekasi (9), Kota Tasikmalaya (6), dan Kota Cirebon (5).

Setiawan pun berpesan kepada para peserta untuk membuat proper yang orisinal. Menurutnya, proper diklat merupakan kunci untuk melahirkan inovasi-inovasi di tempat kerja masing-masing.

“Saya lihat di banyak perangkat dinas, program inovasi yang dilakukan perangkat daerah itu merupakan hasil dari proper peserta diklat kepemimpinan ini,” ucap Setiawan.

“Jadi saya pesan, proper ini dipertajam lagi dan orisinalitasnya betul-betul diperhatikan, jangan hanya meng-copy proper yang pernah dibuat. Tapi jika (proper) kita orisinal, saya pikir itu akan memperkaya jumlah inovasi di Jabar,” katanya.

Kepada para peserta PKA, Setiawan pun memaparkan visi Jabar Juara Lahir dan Batin Melalui Inovasi dan Kolaborasi. Misi yang diusung, salah satunya mewujudkan birokrasi yang juara.

Dalam menjalankan Birokrasi 4.0, Setiawan berujar dibutuhkan empat hal yaitu percepatan pelayanan, efisiensi pelayanan, akurasi pelayanan, serta fleksibilitas kerja. Pun dalam Industri 4.0, dia berujar ASN harus segera mengubah mindset untuk beradaptasi dengan teknologi.

“Dari nyaman saat ini dengan rutinitas sebelumnya, itu harus diubah dengan menggunakan teknologi, lalu melihat dan menganalisisnya. Dengan cara itu, peran BPSDM sangat tinggi. Di diklat seperti ini, peserta harus dibiasakan menggunakan teknologi,” kata Setiawan.

Dirinya pun berharap agar BPSDM Jabar bisa meningkatkan kualitas sehingga menjadi tempat pelatihan kelas dunia. “Ini salah satu training center terbaik, punya kekhasan sendiri. Saya ajak Pak Solihin (Kepala BPSDM Jabar), ini jadi international training center,” ujarnya.

“Saya lihat, BPSDM memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan sangat kondusif bagi peserta untuk berinteraksi satu sama lain dan mendapatkan pelajaran serta membuat inovasi,” imbuh Setiawan.

Sementara itu, Kepala BPSDM Jabar Muhamad Solihin dalam laporannya mengatakan, dasar pelaksanaan PKA Angkatan I dan II Tahun 2020 di tempatnya adalah Peraturan Pemerintah No. 11/2017 tentang Manajemen PNS, serta Peraturan Lembaga Administrasi Negara No. 16/2019 tentang Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang berlaku efektif di tahun ini.

“Ada empat agenda pembelajaran, yakni
kepemimpinan Pancasila, kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, dan aktualisasi kepemimpinan,” ucap Solihin.

“Terima kasih kepada semua pihak, kepada kabupaten atau kota asal pengirim (peserta), semoga kerja sama ini bisa diteruskan terus-menerus. Diharapkan peserta bisa berinovasi sehingga meningkatkan pelayanan kepada publik,” ujarnya mengakhiri. (rls)