Aliran Sungai Cinangka jadi target Karya Bakti Kodim 0619

GOTONG ROYONG: Giat Karya Bakti Kodim 0619 Purwakarta di bantaran Sungai Cinangka. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sungai Cinangka yang bermuara ke Sungai Citarum yang membentang melintasi beberapa desa dan berujung di Desa Cikao Bandung Kecamatan Jatiluhur Purwakarta. Lokasi tersebut, menjadi target sasaran Karya Bakti Kodim 0619 Purwakarta, Jumat (29/11).

Karya Bakti Kodim 0619 Purwakarta dimotori Koramil Jatiluhur, didukung warga Desa Cikao Bandung dan Satgas Citarum Harum sektor 15. Mereka bahu-membahu memotong rumput belukar yang tumbuh liar di bantaran Sungai Cinangka.

Pjs Kades Cikao Bandung, Hendra Setyawan mengatakan, turun tangannya personil Makodim 0619 dan Koramil Jatiluhur dibantaran kali, diharapkan dapat mencegah luapan Sungai Cinangka, yang kerap bermasalah di musim hujan.

“Alhamdulilah terhitung sejak Jumat hari ini, Sungai Cinangka dapat perhatian khusus dari tim gabungan,” terang Hendra Setyawan.

Disebutkan Hendra Setyawan, keberadaan Sungai Cinangka, dipenghujung alirannya menyatu dengan Sungai Cikao yang selanjutnya mengalir ke Sungai Citarum. Daerah tersebut, kerap menjadi persoalan, terutama banjir bandang dari bagjan hulu ke hilir. Upaya meninggikan tepian sungai, terutama yang berada diperlintasan jalan Desa Cikao Bandung, dengan beton sudah dilakukan Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kalau tidak salah, di tahun 2010. Sebelumnya, 60 persen kawasan Dssa Cikao Bandung, merupakan daerah genangan yang sempat lumpuh total tahun 2009, saat Sungai Cinangka meluap,” tuturnya.

Sejak ditinggikannya beton tepian sungai, terus menerus dipantau keefektivitasanya. Kini menjadi sasaran Bakti Kodim 0619 Purwakarta, sehingga warga Desa Cikao Bandung terbebas dari banjir.

Personel Makodim 0619 Purwakarta, Satgas Citarum Harum dan warga terlatih khusus, memelihara aliran sungai bahu-membahu. Kawasan yang awalnya, tampak seram karena terkesan jadi tempat berkembang binatang melata seperti biawak, ular atau hewan pemakan satwa lainnya, kini sudah tampak bersih.
“Yang utama dan pertama, banjir mampu terhindar. Sebab, dengan dirawatnya bantaran sungai, sampah yang hanyut tak menyumbat aliran sungai,” tutup Hendra Optimiatis.(dyt/vry)