Bentuk Satgas Inventarisir Stok Pangan

Dilarang Timbun Stok Sembako

PURWAKARTA-Menyikapi wacana lockdown secara wilayah sebagaimana Pemprov Jawa Barat wacanakan, bersiap mengahadi berbagai situasi, DPRD Purwakarta meminta semua pihak bekerja semaksimal mungkin mempersiapkan itu semua.

Diantara kesiapan daerah untuk mengisolasi wilayahnya atau Lockdown dilakukan, menurut Neng Supartini wakil ketua DPRD Purwakarta bisa dilakukan dengan dasar kesiapan SDM dan kemampuan daerah untuk melakukan itu.

“Isolasi wilayah atau lockdown yang sudah dilakukan kabupaten lain, bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus korona. Akan tetapi, pelaksanaan tersebut wajib diimbangi dengan persiapan lain diantaranya kesiapan pangan,” ujarnya.

Teh Neng meminta Pemkab Purwakarta bersama tim satgas pangan, agar segera melakukan langkah langkah preventif atau antisipasi kelangkaan pangan yang sangat mungkin terjadi.

“Menjaga stok pangan aman. Kami sudah meminta Dinas Ketahanan Pangan Purwakarta mendata berapa wilayah pertanian dan pesawahan yang dalam waktu dekat akan panen. Lalu, menyimpannya untuk kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Kemudian, Teh Neng juga meminta Satgas Pangan menggandeng TNI/Polri mengawal distribusi mobilisasi pengangkut sembako. Mengawal toko atau waralaba penjual sembako untuk tetap buka dan bertransaksi.

“Kami juga mengimbau kepada warga agar tidak melalukan stok pangan berlebihan di rumah, atas nama pemerintahan kami telah berupaya dan mengupayakan agar stok sembako di pasar pasar aman, jadi gak usah panik dan berlebihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teh Neng memaparkan, mengapa atas nama Fraksi PKB Purwakarta mengajukan Rp50 miliar anggaran khusus untuk penanggulangan virus korona di Purwakarta.

“Anggaran ini jika dimungkinkan, menjadi anggaran pencegahan, penanggulangan dan pembasmian virus Covid 19 di Purwakarta, hingga semua selesai anggaran ini juga mampu menjadi dana pasca virus Corona benar benar selesai,” tandasnya.(mas/vry)