Cegah Pencemaran Imbas Umbalan di Waduk Jatiluhur, Ini yang Dilakukan Satpolair Purwakarta

IMBAU PETANI. Para personel Satpolair Polres Purwakarta mengimbau para petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke tengah danau guna mengantisipasi pencemaran. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Ribuan ikan di Waduk Jatiluhur mati mendadak akibat fenomena upwelling atau umbalan. Imbasnya, bau busuk pun menyeruak dan ribuan bangkai ikan itu pun dikhawatirkan dapat mencemari air.

Guna mengantisipasi meluasnya pencemaran tersebut, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Purwakarta memberikan imbauan kepada masyarakat terkait antisipasi pencemaran lingkungan di perairan Danau Jatiluhur.

Kapolres Purwakarta AKBP Ali Wardana melalui Kasat Polair AKP Jajang Sukandar menyebutkan, pihaknya telah mengimbau kepada para petani keramba jaring apung (KJA) untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan dampak umbalan.

“Kami meminta agar petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan sembarangan. Jadi ikan-ikan yang mati jangan dibuang ke Danau Jatiluhur, karena dikhawatirkan bisa mencemari air danau,” ucap Jajang kepada wartawan di Danau Jatiluhur, Selasa (2/2).

Jajang juga menjelaskan ribuan ikan tersebut mati secara mendadak diduga karena fenomena umbalan yang disebabkan cuaca buruk. Sehingga mempengaruhi kandungan oksigen di dalam air.

“Adanya curah hujan tinggi atau terus-menerus di sebuah area perikanan, maka kandungan oksigen dalam air bisa menurun secara drastis dan mempengaruhi kondisi ikan,” ujarnya.

Selain itu, Jajang mengimbau agar masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan di perairan Jatiluhur. Pun untuk selalu menggunakan alat keselamatan berupa pelampung dan ring bouy.

“Mereka juga kami imbau agar selalu memperhatikan kondisi alam saat berlayar, melakukan pengecekan kelayakan kapal-kapalnya dan kelengkapan keselamatan. Bila cuaca sedang buruk, jangan memaksakan untuk berlayar demi keselamatan,” kata Jajang.(add/ded)