Ditengah Covid-19, Tenaga Pendidik Berdesakan Cairkan Tabungan

BERDESAKAN: Nampak antrean ratusan guru di halaman parkir bank, di tengah pandemi Covid-19. Sejumlah guru harus berdesakan saat akan mencairkan tabungan. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Di tengah pandemi Covid-19, warga dan netizen dikagetkan dengan menyebarnya video yang memvisualkan sejumlah tenaga pendidik atau guru, berdesakan antre hingga ke halaman parkir di salah satu bank pemerintah di wilayah Kecamatan Plered Viral.

Ratusan guru itu diketahui nekat berdesakan usai menerima pengumuman hasil pertemuan pengurus PGRI Kabupaten Purwakarta dengan bank bjb. Ratusan guru ini kemudian berupaya mencairkan blokiran tabungan yang diblokir dapat dicairkan sementara 50 % dengan syarat membawa KTP, buku tabungan dan materai Rp6.000 satu lembar, ke bank bjb terdekat yang bersangkutan.

Dihubungi melalui WhastApp, ditanya perihal viralnya video tersebut kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Purwanto tak menampik. Usai menerima kiriman video tersebut melalui fasilitas WA, kepada Pasundan Ekspres Purwanto meminta agar mempertanyakan kondisi tersebut ke pihak atau bank terkait.

“Ko bisa gitu (berdesakan), coba tanya bank bjb nya,” balas Purwanto menanggapi melihat video guru berdesakan di tengah pandemi Covid-19.

Karena butuh uang untuk hidup sehari-hari

Kondisi tersebut tentu menjadi buah bibir. Pasalnya, selain adanya imbauan Sosial Distancing, dalam rangka pencegahan penyebaran virus korona baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Para guru yang baru dua hari ini merayakan hari jadinya, malah harus bertaruh kesehatannya hanya untuk bisa mencairkan sejumlah uang yang dikira sangat dibutuhkan disituasi saat ini.

“Atas nama Dinas Pendidikan, kami tidak pernah diberitahu atas terbitnya surat keputusan tersebut. Sebelum diadakan rapat dan keluarnya kebijakan tersebut, PGRI tidak dan belum melayangkan surat pemberitahuan ke Dinas Pendidikan,” lanjutnya.

Menanggapi kondisi guru yang berdesakan di halaman parkir, Purwanto beranggapan jika situasi itu tidak harus terjadi jika pihak bank bjb lebih profesional. “Harusnya bank bjb bisa memahami dan bisa menanggulangi, terlebih dengan kondisi dan situasi saat ini. Dimana masyarakat termasuk guru harus bisa mentaati imbauan pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Mengaku tidak tau menahu tentang adanta pencairan tabungan guru, Purwanto juga berpendapat jika bank bjb tidak serius mencairkan dana tabungan guru tersebut. “Ada cara dan kebijakan yang lebih bijak dan profesional. Antara lain bisa saja mencairkan dengan cara transfer. Jadi tidak harus bawa berkas sertifikasi dan gaji,” pungkasnya kesal.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak bank terkait, mengapa pelayanan pencairan tabungan para guru sampai harus berdesakan di tengah kondisi pandemi korona saat ini.(mas/vry)