Pemkab Anggarkan Bansos Rp24 M, Bantu Warga Kurang Mampu Empat Bulan

KOORDINASI: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika melaksanakan rapat koordinasi untuk penganggaran bansos. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Pemkab Purwakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp24 miliar untuk mengatasi masalah ekonomi di masyarakat akibat covid-19.

Menurut Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, anggaran tersebut hasil revisi dari sebelumnya yang hanya dianggarakan Rp18 miliar.

“Anggaran tersebut, disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu selama empat bulan kedepan,” ujar Anne saat rapat evaluasi bantuan tanggap Covid-19 bersama jajaran Dinas Sosial setempat, Senin (27/4).

Bupati yang akrab disapa Ambu Anne menjelaskan, saat ini jajarannya telah selesai melakukan pendataan keluarga yang berhak menerima bantuan tersebut. Baik data penerima yang dari bantuan sosial dari pusat, provinsi maupun pemkab.

“Saat ini, jajaran dinas sosial bersama relawan gugus tugas sedang melakukan pemasangan stiker ke rumah masing-masing penerima. Hal ini dilakukan, supaya tak terjadi tumpang tindih penerima atau ada penerima yang dobel mendapat bantuan. Jadi, kalau yang sudah dapat dari pusat atau provinsi, itu tidak dapat dari pemkab,” jelas dia.

Bantuan Berupa Uang Tunai

Terkait teknis penyaluran bantuan untuk masalah sosial ini, lanjut Anne, yakni tidak berupa bantuan sembako. Melainkan, bantuannya berbentuk uang tunai yang akan dikirim langsung ke masing-masing penerima. Penanganan masalah sosial ini ada empat sumber. Masing-masing, Bansos Kementerian, bantuan Provinsi, dari Pemkab dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

“Untuk para penerima bantuan dari pemkab, masing-masing penerima mendapat bantuan Rp500 ribu per bulan selama empat bulan. Awalnya kan hanya Rp300 ribu, tapi karena yang terdampaknya banyak, jadi kami tambah,” jelas dia.

Anne mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan awal bulan Mei mendatang. Jika setelah berjalan nanti ada penerima yang tidak sesuai ketentuan atau tak masuk kriteria penerima maka akan direvisi di bulan berikutnya dan bantuannya akan dialihkan ke yang lebih berhak. “Saat ini masih proses pemasangan stiker. Dalam hal ini, pihaknya juga akan melakukan evaluasi,” ucapnya.

Anne menambahkan, dari awal pihaknya sudah mengkhawatirkan akan timbulnya masalah ekonomi yang terjadi di masyarakat. Terkait bentuk bantuannya, pihaknya memiliki alasan kenapa tidak berupa bahan kebutuhan pokok. Ambu Anne ingin supaya roda perekonomian masyarakat bisa tetap berputar meski di situasi tanggap korona seperti ini.

“Dengan uang tunai dari bantuan pemerintah ini nanti si penerima bisa belanja di warung terdekat rumahnya. Sehingga, masih ada perputaran uang di lingkungan mereka. Berbeda jika bantuannya berupa sembako yang manfaatnya hanya akan dirasakan si penerima itu sendiri,” imbuh Anne.

Empat Sumber Bantuan Penanganan Masalah Sosial
Bansos Kementerian
Bantuan Provinsi
Pemerintah Kabupaten
Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. (mas/vry)