Protokol Lapak Asik BPJamsostek Permudah Klaim JHT

Kepala BPJamsostek Cabang Purwakarta Herry Subroto

PURWAKARTA-Protokol Lapak Asik alias Layanan Tanpa Kontak Fisik BPJansostek langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat pekerja sejak diaktifkan pada pertengahan Maret lalu imbas merebaknya COVID-19.

Bagaimana tidak, prosedur klaim JHT (Jaminan Hari Tua) yang sebelumnya mengharuskan peserta hadir dan membawa dokumen asli ke kantor, kini dapat dilakukan sepenuhnya via online. Kemudahan ini dapat dimanfaatkan seluruh pekerja untuk tetap bisa melakukan klaim JHT dari rumah, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Purwakarta Herry Subroto mengatakan, pihaknya berupaya mengakomodir kebutuhan peserta dalam melakukan pencairan dana JHT.
Yakni dengan memberikan kemudahan dan tetap menerapkan physical distancing sesuai imbauan pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19.

Namun, kata Herry, selalu saja ada pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan dengan membuka jasa bantuan atau calo dalam melakukan klaim JHT menggunakan protokol Lapak Asik. “Prosedur yang dibutuhkan melalui mekanisme Lapak Asik sudah sangat memudahkan peserta. Yaitu, dengan tetap memperhatikan keamanan data dan dana JHT peserta dari potensi fraud,” kata Herry di Purwakarta, melalui telepon selulernya, Ahad (26/4).

Dirinya menambahkan, jika membutuhkan informasi, peserta dapat menghubungi Layanan Masyarakat 175 atau melalui media sosial resmi BPJAMSOSTEK. “Jangan sampai malah peserta terbujuk kemudahan yang ditawarkan calo atau jasa sejenisnya, yang justru merugikan peserta itu sendiri,” ujarnya.

Praktik percaloan ini ditengarai sering terjadi lantaran banyaknya peserta yang enggan mempelajari prosedur atau malu bertanya kepada pihak BPJAMSOSTEK.

Padahal, sambung Herry, dengan ragam kanal informasi yang dimiliki, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi yang berguna dalam membantu mereka melakukan klaim JHT. Baik melalui prosedur normal maupun melalui Protokol Lapak Asik.

Untuk mengetahui langkah-langkah pengajuan klaim, peserta dapat mengikuti petunjuk yang dapat dilihat melalui youtube bit.ly/LAPAKASIK. “Praktik calo ini marak karena pengguna jasanya juga banyak. Kami imbau kepada masyarakat pekerja agar dapat dengan bijak untuk tidak menggunakan jasa calo ini,” ucap Herry.

Pihaknya pun menekankan bahwa proses klaim JHT tidak dipungut biaya sepeserpun. “Jika memang harus mencairkan dana JHT, lakukanlah melalui kanal resmi dan pelajari prosedurnya,” kata Herry.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk mengakses kanal resmi BPJAMSOSTEK dalam mendapatkan informasi. “Jangan sampai dana JHT yang sudah ditabung selama bekerja, malah dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan sendiri. Karena praktik percaloan sarat dengan penipuan,” ujarnya tegas.

Pengajuan klaim JHT melalui protokol Lapak Asik ini, kata Herry, memang memudahkan peserta. Namun tetap, aspek keamanan data harus diperhatikan. Yakni, mulai dari pendaftaran hingga proses transfer dana JHT ke rekening bank milik peserta.

Protokol Lapak Asik ini sudah didesain sedemikian rupa agar peserta tidak perlu datang ke kantor cabang BPJAMSOSTEK untuk melakukan klaim JHT. Melainkan hanya berbekal koneksi internet dan perangkat telepon seluler yang mendukung aplikasi Whatsapp untuk digunakan sebagai sarana melakukan panggilan video (video call).

Peserta harus memastikan telah memindai dokumen yang dibutuhkan yang dikirimkan melalui email. Juga, memastikan nomor telepon yang digunakan bisa menerima panggilan video untuk kebutuhan verifikasi oleh petugas kami. “Semoga semua peserta dapat memanfaatkan fasilitas Lapak Asik dan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan diri peserta dan keluarga,” ucapnya.

Herry juga menjelaskan, sejak 1 Maret hingga 21 April 2020 BPJAMSOSTEK Purwakarta telah memproses sebanyak 367 klaim dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp3.237.723.234. Kemudian 460 klaim dari program Jaminan Pensiun (JP) senilai Rp445.909.230.

Untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) BPJamsostek Purwakarta telah memproses sebanyak 2981 klaim dengan nilai Rp.33.214.947.090 dan program Jaminan Kematian (JKm) sebanyak 47 klaim dengan nilai Rp1.818.000.000. “Jadi total klaim yang kita proses dari 1 Maret hingga 21 April 2020 kemarin, sebanyak 3855 klaim dari keempat program yaitu, JKK, JP, JHT dan JKm dengan nilai Rp38.716.579.554,” ucap Herry.(add/vry)