Sang Pecinta Reptil yang Sukses Beternak Hamster

TERNAK HAMSTER: Muhamad Fajri bersama kotak-kotak kaca kandang Hamster, yang ia kembangkan hingga akhirnya bisa memenuhi kebutuhan pakan Reptil di Purwakarta dan sekitarnya. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Berawal dari kebutuhan untuk pakan reptil seperti ular albino,kura kura dan biawak yang merupakan binatang kesayanganya, Muhamad Fajri(22) warga Kp.Cikao Bandung RT 10/04 Desa Cikao Bandung Kecamatan Jatiluhur, ini malah sukses ternak Hamster.

“Ya,awalnya saya hanya pelihara Hamster(jenis binatang pengerat) mirip tikus kecil untuk persediaan pakan ular Albino milik saya,tapi lama kelamaan Hamster yang saya simpan dalam kaca bekas Aquarium,malah beranak pinak,” terang M.Fajri yang akrab dipanggil “Bule” ini.

Dari kisah kebetulan itu,disela waktu senggangnya usai pulang kerja di sebuah perusahaan, Alumnus SMK Bina Taruna lulusan tahun 2015 itu, akhirnya mencoba melakukan pencarian spesies berbeda dari Hamster yang dipeliharanya.

“Berkat bantuan rekan sesama penghobi Hamster,yang dikenalnya melalui medsos,akhirnya beberapa jenis Hamster berhasil saya dapatkan untuk diternak. Hasilnya lumayan bisa menambah nambah penghasilan tambahan selain gaji sebagai karyawan,saya kan masih lajang pak,” timpalnya.

Untuk menjual ternak Hamster, hasil penangkaran yang digelutinya itu, medsos menjadi alternatifnya,banyak pemesan datang dari Purwakarta,Karawang,malah sampai perbatasan Subang- Purwakarta.

“Untuk satu ekor Hamster jenis paling kecil, saya menjual Rp10.000 hingga Rp 15.000/ekor, sementara untuk jenis Anggora dan yang ukuran besar,saya jual antara Rp 20.000 hinggaRp 30.000/ekor.

Dalam sehari, biasanya tak kurang dari enam pasang Hamster terjual, yang langsung diantar hingga ke rumah pemesannya. Untuk menghemat ongkos kirim, diantarnya sekalian ke beberapa tempat, yang jalurnya searah.

Berkat keuletanya, mengembangkan ternak Hamster, kini satu ruangan di rumahnya, nyaris penuh dengan kotak-kotak kaca yang dijadikan kandang Hamster.

“Ternak Hamster itu cukup mudah dan murah, hanya saja untuk mengawalinya harus dibarengi hobi dan tekad ingin berhasil,itu kuncinya,” kata M.Fajri.

Ibarat kata pepatah yang menyebutkan,”Sekali mengayuh dayung dua tiga pulau terlampaui” Kebutuhan pakan untuk reptilnya tercukupi, seperti ular,kura kura dan biawak,bahkan konon bisa menjual Hamsternya dengan jumlah grosir.

“Sebagai warga desa, yang tinggal di bantaran sungai Cikao, tempaan alam mungkin membawa saya harus berbuat kreatif, yang seperti mengembangkan ternak hamster ini,” pungkasnya.(dyt/dan)