SDN 1 Citalang Gelar Seminar Parenting

POLA ASUH: SDN 1 Citalang saat menyelenggarakan Seminar Parenting, terkait kiat pola asuk anak yang baik. Seminar tersebut untuk membangun karakter anak dan tidak salah asuh. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Bekali Orangtua Kiat Pola Asuh Anak

PURWAKARTA-Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Citalang kembali melakukan terobosan demi meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Yakni, dengan menggelar seminar parenting bagi para orangtua siswa kelas 1, 2, dan 3, Rabu (31/10).

Kepala Sekolah SDN 1 Citalang Anwar Mulyana M.Pd mengatakan, seminar parenting merupakan kelanjutan dari program pendidikan berkarakter. “Ini sudah menjadi program kami sejak awal. Bahkan, sudah kami sampaikan kepada orangtua siswa pada saat pertemuan awal tahun ajaran baru,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.

Anwar juga mengapresiasi orangtua siswa yang proaktif terhadap kegiatan ini. “Sekolah yang menggagas dan memfasilitasi, namun orangtua yang mempersiapkannya. Bahkan susunan panitia penyelenggara seluruhnya orangtua siswa,” kata dia.

Istimewanya, kata Anwar, orangtua pula yang menyiapkan anggarannya. “Ini membuktikan semangat dan kepedulian orangtua atas kualitas pendidikan anaknya sangat tinggi. Mereka juga ingin memahami kiat-kiat terbaik, dalam menerapkan pola asuh yang baik bagi anak-anaknya,” ucap Anwar.

Hal senada disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Purwakarta, yang juga menjabat Kasie Kesiswaan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Sadiyah M.Pd.

Dirinya menyebutkan, seminar parenting merupakan terobosan yang dilakukan SDN 1 Citalang demi suksesnya implementasi pendidikan berkarakter. “Harus diingat, tanggungjawab pendidikan bukan hanya diemban pemerintah dan dinas, tapi juga perlu melibatkan orangtua dan masyarakat,” kata Sadiyah.

Sadiyah menerangkan, seminar parenting ini memberikan pemahaman kepada para orangtua, terkait pentingnya pola asuh anak di rumah. “Pasalnya, tidak semua orangtua memahami pola asuh anak yang baik itu seperti apa. Sehingga yang terjadi adalah pola asuh anak yang demokratis, cenderung memberikan kebebasan atau kelonggaran kepada anak,” ujarnya.

Dampaknya, sambung Sadiyah, anak akan banyak menuntut orangtua. “Di sini perlu ketegasan. Jangan memberikan anak terlalu banyak pilihan atau peluang, karena yang terjadi anak malah akan menindas orangtua. Justru orangtua harus memfilter peluang itu,” kata Sadiyah.

BACA JUGA:  Dosen Harus Lahirkan Pendidikan Berbasis Teknologi Digital

Dirinya juga menegaskan, pendidikan karakter akan berhasil jika ada tiga pihak yang terlibat. “Ketiganya adalah sekolah, orangtua, dan masyarakat. Khusus peran orangtua, maka harus memenuhi tiga macam pelayanan pula. Pertama, kebutuhan fisik seperti pemenuhan gizi, sandang, dan lainnya,” ujarnya.

Kedua, sambung dia, kebutuhan psikis, di antaranya perhatian kepada anak yang membuat nyaman, tidak terlalu banyak intervensi, sehingga anak senang dan bahagia dengan ibu dan ayahnya. “Ketiga, aspek sosial. Di sini anak diajak untuk mengenal lingkungannya. Dikenalkan kepada paman dan bibinya, tetangganya, sehingga anak merasa diakui,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara dr Nasri Bakri menyebutkan, orangtua siswa menyambut baik apa yang sudah menjadi program sekolah. “Kepala sekolah memiliki banyak program unggulan, dan kami selalu dilibatkan,” ujarnya.

Sebelum menggelar seminar parenting ini, orangtua juga sukses menggelar festival kuliner yang mendapat sambutan luar biasa. “Kami merasa senang dan mendukung penuh program sekolah. Karena ini demi kepentingan pendidikan anak-anak kami juga,” kata Nasri.

Ditemui usai kegiatan, Pembicara Seminar Mego Husodo SE menyebutkan, pendidikan berkarakter akan terbangun apabila sukses melewati tiga tahapan, yakni akidah, adab, dan ilmu.

“Kuncinya kembalikan peran ayah ke rumah, yakni peran sebagai pemimpin di rumah. Ayah yang membuat aturan, ibu dan anak yang menjalankannya. Misalnya aturan tentang penggunaan gadget, hanya boleh diberikan saat usia 12 tahun itu pun dengan pengawasan,” ucapnya.(opl/add/dan)