Sopir Perusahaan Batu Meninggal di Kebun

OLAH TKP: Petugas saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sosok mayat pria ditemukan tergeletak di sebuah kebun oleh warga di Kampung Kebon Kalapa, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani pada Senin (31/8) kemarin. Sontak, penemuan mayat tersebut menggerakkan warga setempat.

Dikonfirmasi terkait penemuan mayat tersebut, Kapolsek Sukatani AKP Budi Harto membenarkannya. Mayat pria tersebut, kata Budi Harto, diketahui bernama Kuswara (40) berprofesi sebagai sopir yang bekerja di sebuah perusahaan batu di Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani.

“Korban ditemukan warga pada Senin (31/8) sekitar pukul 06.30 WIB dengan posisi tertelungkup di area kebun. Saat ditemukan, korban menggunakan pakaian jenis kaos oblong warna cokelat dan celana pendek warna biru,” kata Budi Harto melalui gawainya, Selasa (1/9).

Dia menjelaskan, korban pertama diketahui oleh Khalid (15) dan Asep (45) saat melintas jalan di area kebun Kampung Kebon Kalapa, Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani. Keduanya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Saat itu para saksi langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sukatani. Informasi yang dikumpulkan dari pihak keluarga, sebelumnya, pada Minggu (30/8) korban berangkat untuk bekerja. Biasanya korban pulang pukul 17.00 WIB, namun hingga lewat waktunya, korban tak kunjung pulang juga,” ujar Budi Harto.

Saat itu pihak keluarga sudah berusaha mencari korban, tapi tidak diketemukan juga. Hingga keesokan paginya korban ditemukan sudah meninggal oleh warga.

“Keterangan dari pihak keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit tekanan darah tinggi. Diduga akibat penyakitnya kumat, korban terjatuh dengan posisi tertelungkup. Selanjutnya pihak kepolisian bersama keluarga membawa korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Usai pemeriksaan, pihak medis memastikan tidak ditemukan luka, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam di tubuh korban.

“Pihak keluarga korban juga sudah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai takdir,” katanya.(add/ysp)