SPV Gelar Journalist Workshop

CITARUM HARUM: PT. South Pacific Viscose (SPV), menggelar Journalist Workshop. Yang berlangsung di Prime Plaza Hotel Kota Bukit Indah, selama dua hari berturut-turut ini, mengangkat tema "Environment Sustainability in Business Practice",Rabu (19/9). ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Dukung Revitalisasi Citarum Harum

PURWAKARTA-Perusahaan penghasil serat selulosa berbahan dasar kayu, PT. South Pacific Viscose (SPV), menggelar Journalist Workshop, yang menekankan pada perkembangan program Citarum Harum, serta peran penting industeri dalam mendorong revitalisasi Sungai Citarum, Rabu (19/9).

Kegiatan yang digelar di Prime Plaza Hotel Kota Bukit Indah, selama dua hari berturut-turut ini, mengangkat tema “Environment Sustainability in Business Practice”.

Hadir sebagai pemateri, Kepala Bidang Pendidikan Kemaritiman Rofi Alhanif, Ketua Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSBFI) Ravi Shankar, dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtyas.

Head of Corporate Affairs PT SPV Widi Nugroho Sahib mengatakan, program Citarum Harum yang diinisiasi pemerintah, memerlukan dukungan berbagai pihak.

“Kami secara aktif memberikan dukungan kepada pemerintah. Salah satunya dengan menggelar Journalist Workshop ini,” kata Widi kepada awak media.

Kegiatan ini, sambungnya, untuk membantu rekan-rekan media, mengenal lebih dekat topik pencemaran lingkungan, serta membagikan penjelasan, seputar pengendalian pencemaran, yang dilakukan perusahaan di sekitar Sungai Citarum, seperti PT SPV.

“Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak pihak yang berkontribusi aktif, untuk membantu merevitalisasi Sungai Citarum,” tutur Widi.

Pembahasan materi pada Journalist Workshop ini, juga dilengkapi dengan langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah, di bawah naungan Koordinator Kementerian Bidang Kemaritiman dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Pemaparan pengendalian pencemaran di Sungai Citarum juga dibahas dari sisi industeri, dengan menyajikan penjelasan terkait pengelolaan emisi industri, sesuai aturan yang berlaku saat ini, persyaratan standard baku mutu yang harus dicapai, hingga teknologi ramah lingkungan yang diterapkan.

Sebagai tambahan informasi, Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat yang memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat. Sayangnya, pencemaran di sungai ini menjadikan Sungai Citarum sebagai sungai terkotor di dunia.

BACA JUGA:  Politeknik Negeri Subang Sambut 4.0

Kemudian, pemerintah melalui Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2018 berinisiatif untuk menggalakkan program nasional Citarum Harum, guna merevitalisasi Sungai Citarum. Melalui program ini, pencemaran pada Sungai Citarum dapat sepenuhnya teratasi pada tahun 2025.(add/dan)