Tampil Atraktif, Klantink Hibur Warga Purwakarta

Arman dan Shinta Jawara Pemuda Inspiratif

PURWAKARTA-Berakhir sudah kegiatan Pemuda Inspiratif di Purwakarta. Kegiatan yang dihelat di Lapangan Sahate ini, berakhir meriah, dengan kehadiran pengisi acara Klantink, yang ditonton oleh ribuan penonton di Lapangan Sahate.

Band asal Surabaya yang populer melalui ajang pencarian bakat tersebut, tampil memukau dihadapan para penontonnya, dengan menyanyikan 10 lagu. Tembang pertama yang dinyanyikan adalah lagu berjudul Laskar Pelangi.

Sejak dimulai pada Sabtu (13/10), kompetisi ini memang disambut antusias. Terlihat dari jumlah peserta supporting event yang membeludak. Dan ratusan pemuda mengikuti kompetisi, yang digelar oleh Kemenpora ini.

Pemenang dari kompetisi Pemuda Inspiratif Purwakarta adalah, Arman Maulana di katagori putra dan Shinta Mustika di katagori putri. Dari katagori putra, Arman berhasil menjadi juara, berkat ide Dari Limbah Jadi Rupiah.

Secara detail, Arman menjelaskan bahwa, ide yang ia terapkan adalah menciptakan miniatur kendaraan, berbahan baku sampah. Bahan tersebut adalah kertas bekas dan kaleng bekas, yang bisa didapat dari lingkungan sekitar.

Dari bahan tersebut, kemudian Arman mengkreasikannya, hingga menjadi miniatur mobil dan sepeda motor. “Untuk membuat miniatur sepeda motor, diperlukan waktu sekitar lima hari. Sedangkan untuk miniatur mobil diperlukan waktu seminggu,” katanya.

Meski membuat miniatur kendaaran dari sampah, produk yang dihasilkan oleh Arman bernilai jual cukup tinggi. Untuk satu miniatur sepeda motor seharga Rp 150.000, sementara untuk miniatur mobil sekitar Rp 400.000.

“Awalnya saya hanya bercita-cita ingin kerja di pabrik saja. Tapi saya melihat peluang dengan menciptakan miniatur ini. Ke depan saya akan mencoba membuat komunitas. Saya yakin potensi komunitas miniatur seperti ini begitu besar, di Purwakarta dan sekitarnya,” ujar Arman.

Sementara itu, di katagori putri ide Shinta berupa Sistem Pengendalian Hidroponik Otomatis, berhasil membuatnya menjadi pemenang. Konsepnya memang sederhana, namun tepat guna karena mampu mengembangkan konsep yang sudah ada.

Shinta mengungkapkan, hidroponik memang sudah banyak diterapkan. Namun ia melihat, adanya peluang untuk mengembangkan hidroponik tersebut, dengan menambahkan alat berupa pengendali otomatis, untuk air dan nutrisi bagi tanaman hidroponik khususnya kangkung.

Mahasiswi semester akhir jurusan Mekatronika di Politeknik Enjinering Indorama tersebut, mengaku perlu waktu tiga bulan untuk menciptakan alatnya. “Jadi hal pertama yang saya pelajari adalah pola hidroponik, karena basic saya bukan dari pertanian. Selanjutnya saya menciptakan alat pengendali otomatisnya,” katanya.

Pada 20-21 Oktober mendatang Pemuda Inspiratif, akan menyapa publik Kabupaten Bogor. Rencananya, kompetisi ini akan digelar di mal cibinong. Informasi lengkap kompetisi dan pendaftaran dapat diakses melalui www.pemudainspiratif.id.(adv/add)