Yayasan Salafiyah Khitan 400 Anak

KHITANAN MASSAL: Ratusan anak saat mengikuti kegiatan khitanan massal dan santuann anak yatim serta jompo, yang diselenggarakan Yayasan Salafiyah dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah, 1440 H. MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Yayasan Salafiyah asuhan KH. dudung Alamsah,menyelenggarakan sunatan massal, yang diikuti oleh 400 anak. Jumlah tersebut bisa disebut pecahkan rekor. Selain mengkhitan, Yayasan yang berdiri sejak tahun 1982 itu, juga rutin memberikan santuan bagi anak yatim dan jompo, setiap tahun baru Hijriyah.

Menyambut tahun baru hijriyah 1440, pada bulan Muharram, menurut KH. Dudung Alamsah, merupakan kegiatan yang patut dilaksanakan sebaik mungkin buat umat islam.

“Misi nya berbuat baik untuk umat demi mencapai ridho Illahi,” tutur KH. Dudung Alamsah, saat ditemui di Pondok Pesantren Yayasan Salafiyah, yang berlokasi di RW 08 / RT 79 Kelurahan Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta.

Proses 400 sunatan massal dan 1000 santunan anak yatim dan duaffa, panitia menyiapkan dana Rp 200 ribu rupiah/orang. per orang. Dan 500 ribu rupiah satu anak khitan.

” kalau ditanya berapa besar anggarannya ya cukup besar, dan alhamdulillah dana ini masuk ke yayasan kami tanpa sulit didapat. Bahkan banyak donatur dari Purwakarta memberikan bantuan untuk acara ini,” lanjutnya.

KH. Dudung Alamsah yang mengawali sebagai penyiar agama islam sejak tahun 60 an di Purwakarta dengan berjalan kaki. Yang kemudian pada tahun 1982 mendirikan yayasan salafiyah, yang bergerak di bidang pendidikan pesantren. Dan pada tahun 90an yayasan tersebut juga katif di bidang sosial.

Sementara itu Sekertaris panitia Alaikasalam membeberkan, jika sunatan massal yang dimulai sejak tahun 90 an di Yayasan Salafiyah itu, setiap tahunnya terus meningkat dan tanpa di pungut biaya satu persen pun.

“Untuk anak khitan, selain gratis. Yayasan Salafiyah juga memberikan alat tulis, baju koko dan sarung. Kami harap, apa yang kami laksanakan bisa bermanfaat untuk warga, ” ujar Alaikasalam putra ke empat dari KH. Dudung Alamsah.

Terkait jumlah yang dianggap memecahkan rekor Muri, Alaikasalam mengaku, tak berniat mengekspose hal tersebut terlalu jauh. Karena niat Yayasan Salafiyah yang ingin dan berusaha membantu masyarakat dengan ikhlas.

“Tujuan kami membantu umat guna mencapai ridho illahi. Jadi untuk rekor muri gak masalah,” ungkap Alaikasalam yang kini menjabat anggota DPRD Purwakarta.(adv/mas/dan)